Penampilan Seni, Meriahkan HUT RI

Penampilan Seni, Meriahkan HUT RI

Penampilan seni tradisi dan lomba kaulinan urang lembur atau permainan tradisional anak meriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-67 dan HUT Jawa Barat ke 67, di Kampung Cibeuleng RT 03 RW 02 Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur, Minggu (2/9).

Ketua Panitia Kegiatan, Abah Oni (70), mengatakan, penampilan seni tradisi dan kaulinan urang lembur merupakan lomba unik yang menampilkan permainan tradisional khas sunda. Sedangkan peserta lomba dan penampilan seni tradisi dari warga sekitar dan lainnya. “Banyak penampilan yang dilombakan dan dipentaskan dalam HUT RI dan HUT Jabar ini,” katanya, Minggu (2/9).

Menurutnya, lomba kaulinan urang lembur dan pementasan seni tradisi yang ditampilan, di antaranya jajangkungan, maen seget, bakiak, tarik tambang, main rebutan, balap karung, mancing ikan, main gajrug dan pementasan seni tradisi pencak silat serta lainnya. “Kebetulan dalam peringatan ini, selain lomba kaulinan urang lembur, juga ada tampilan dari grup seni Cimanggung Sumedang yang menampilkan menampilkan tari karinding celempung,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Punggawa Ratu Pasundan, Wawan Setiawan mengatakan kaulinan urang lembur bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisi sunda kepada masyarakat khususnya generasi muda, di mana kini tradisi ini sudah mulai pudar oleh jaman. Sedangkan perayaan HUT RI ini merupakan waktu yang tepat untuk mengsosialisasikan kaulinan urang lembur ini dengan dikemas menjadi sebuah lomba dan penampilan seni.”Kaulinan urang lembur mesti di munculkan kembali supaya masyarakat dan generasi muda mengenalnya kalau bisa melestarikan. Namun perlu waktu yang tepat untuk mengsosialisasikanya setelah di koordinasikan sepakat lomba 17′an yang biasanya diisi balap karung atau panjat pinang ditambah dengan kaulinan urang lembur,” jelasnya.

Sementara itu, terlihat pementasan kaulinan urang lembur meriah. Terlihat sorak riuh warga ketika menyaksikan berbagai perlombaan dan penampilan dari pelaku seni. HUR RI ini dijadikan ajang halalbihalal warga yang kini masih dalam suasana Idulfitri. (den)

referensi: radarcianjur
Nikmatnya Ayam Bakar Asap Panembong

Nikmatnya Ayam Bakar Asap Panembong

Berbicara mengenai olahan masakan yang berasal dari daging ayam, memang tidak pernah ada habisnya. Ada saja kreasi baru yang bisa dijadikan menu andalan, baik di setiap cafe ataupun rumah makan. Seperti yang ada di pusat makanan dan jajanan Cianjur, di Pujasera, Panembong, Cianjur.

Disini, anda dapat menemukan menu makanan unik nan lezat, yakni ayam bakar asap. Mungkin anda bertanya mengenai perbedaannya dengan menu ayam bakar biasa. Perbedaanya terletak pada bumbu yang menjadi olesan ayam ketika dibakar dan dihidangkan.

“Ayamnya kita buat empuk hingga ke tulang-tulangnya, dengan sebelumnya dilumuri bumbu yang kita buat sendiri. Tidak sampai disitu, lumuran bumbu juga kita berikan saat proses pembakaran dan pengasapan,” jelas Hendrik, pemilik kedai.

Untuk satu porsi ayam bakar asap ini, anda tak perlu khawatir bakal kebobolan. Karena cukup dengan mengeluarkan uang Rp20 ribu, pengunjung dapat menikmati kelezatan ayam bakar asap.

“Kita disini buka dari pagi hingga malam. Rata-rata, pengunjung yang datang ke stand saya, memilih menu ini,” tuturnya.

Dijelaskannya, di Pujasera sendiri, berbagai menu makanan dan jajanan tersaji dengan variasi harga yang terjangkau. Sehingga, pengunjung dapat memilih menu favoritnya.

“Di sini banyak stand tersaji, dari yang hanya menyediakan menu mulai dari makanan ala barat, Sunda, Padang, kemudian daerah lain, seperti Solo, Kudus, dengan sotonya. Tidak hanya itu, stand varian minuman juga ada, jadi lengkap dan cocok untuk acara keluarga,” paparnya.(zul)

referensi: radarcianjur, ilustrasi: detikfood
Kopi Aceh Gayo, Bukan Sekadar Nyeruput Kopi

Kopi Aceh Gayo, Bukan Sekadar Nyeruput Kopi

Jangan mengaku pecandu kopi jika belum pernah merasakan nikmat dan kedahsyatannya kopi Aceh. Aceh dari dulu memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan cita rasanya yang khas dan aroma yang kuat, seperti kopi Aceh Gayo.

Kopi Aceh Gayo merupakan salah satu kopi yang berbahan dasar kopi arabika yang sangat terkenal di daerah Provinsi Tanah Rencong dan termasuk kopi berkualitas nomor tiga di Asia. Kopi Arabika lantas diracik khusus ala Aceh dengan cara diseduh lantas disaring untuk mendapatkan sari kopi yang berkualitas dan kental. Kopi Aceh pada dasarnya sama dengan kopi-kopi pada umumnya. Namun, karena cara penyajiannya yang agak berbeda, kopi Aceh memiliki perbedaan rasa malah di dalamnya terdapat kandungan antitoksin, menambah stamina tubuh dan dapat mengencangkan kulit.

“Orang yang mempunyai penyakit jantung kalau menyeruput kopi aceh dalam keadaan pahit dapat menekan hipertensi atau tekanan jantung,“ kata pemilik warung kopi Aceh di pinggiran Jalan Raya Sindanglaya Cipanas Kabupaten Cianjur, Ami Erca (33) yang merupakan asli kelahiran Sigi-Pidi Aceh.

Dijelaskannya, untuk mendapatkan khasiat murni dari kopi Aceh. Kopi Aceh baiknya diminum pada saat masih panas dengan rasa pahit alias tidak dicampur gula. Karena campuran gula (manis) dapat melunturkan kadar nutrisi dari gizi kopi. “Selain itu, rasa asamnya tidak naik dan aman buat dilambung,“ tuturnya.
Menurutnya, Kopi Aceh Gayo yang asli Aceh dapat diracik atau dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti, kuning telor, pinang (Sejenis buah-buahan), ketan hitam, kedelai dan gula merah. “Tapi kalau di sini (Cipanas) rata-rata pembeli masih banyak yang meminta kopi asli tanpa campuran bahan lain,“ ujarnya.

Sekadar membagi tips cara mendapatkan cita rasa kopi Aceh saat diminum, katanya, pertama-tama kopi dicicipi satu sendok kemudian disambung dengan cicipan yang kedua untuk menghilangkan orientasi lidah dengan rasa kopi dan cicipan yang ketiga untuk mendapatkan rasa kopi itu sendiri. “Untuk mendapatkan kesempurnaan cita rasa, baiknya sebelum ditelan, kopi dikumur-kumur dulu dalam mulut lantas ditelan. Karena selama dikumur-kumur dapat memicu rangsangan saraf,“ tuturnya.

Ami menjelaskan, satu gelas kopi rata-rata dihargai Rp5ribu per porsi, dan kopi Aceh yang dijualnya merupakan kopi Aceh yang berasal dari Ulee Kareng dan Solong dari Banda Aceh. Selain itu, kita juga menyediakan kopi luwak seharga Rp30 ribu per porsi. “Kalau kopi luwak liar, dihargai Rp50 ribu per porsi,“ terangnya

Diakuinya, sepengetahuannya pedagang kopi Aceh warungan di wilayah Cianjur, masih terbilang langka. Namun, berbeda dengan daerah asalnya di Banda Aceh, dimana warung kopi banyak bertebaran dan mudah ditemukan. “Kalau di Aceh, kebiasaan meminum kopi sudah sejak dari masa kesultanan aceh. Bahkan sudah mengakar dikalangan masyarakat kelas atas hingga masyarakat biasa, “tuturnya.(des)

referensi: radarcianjur
Goreng Sale Cibeber Cianjur

Goreng Sale Cibeber Cianjur

Sehari Produksi Capai 300 Kwintal

TAK banyak usaha di bidang usaha kecil jenis goreng sale yang bisa bertahan. Tapi tak demikian dengan usaha goreng sale yang dikelola Uus Kusnadi dan Titis di Kampung Ereg, RT 03/07, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Cianjur.

Laporan, MAMAT MULYADI, Cianjur

KONDISI usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Cianjur memang terus menggeliat. Salah satunya bidang usaha goreng sale. Maka untuk mengetahui bagaimana proses produksi hasil usahanya di bidang makanan goreng sale tersebut.

Wartawan koran ini pun langsung mengunjungi pabrik tempat produksinya yang luas usahanya 100 meter persegi di Kampung Ereg, RT 03/07, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Minggu (26/8) lalu.

Uus Kusnadi (46) dan Titis Tisnawati (35) pengelola pabrik sale mengakui, sebelumnya ia hanya berprofesi sebagai sopir barang. Bapak dua anak ini bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) bagi orang lain.

“Saya mencoba buka usaha wiraswasta ini, dengan keahlian dibidangnya untuk bertahan hidup mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga dan memfasilitasi lapangan pekerjaan bagi orang lain, tentunya bukan hal yang mudah,” kata Uus diamini Titis.

Memang pasangan yang ulet dan pekerja keras, dengan bermodalkan tekad yang bulat, kini bisa mencari kebutuhan ekonomi untuk keluarganya, bahkan membantu orang lain. “Dengan usaha ini saya tidak perlu bekerja lagi ke orang lain sebagai sopir barang,” ujarnya.

Walaupun terbilang masih baru, dia mulai buka usaha goreng sale dari tahun 2010 sampai sekarang masih tetap bertahan. “Asalkan bisa bertahan, apalagi bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk tetangga kita, itu lebih baik lagi,” tuturnya berharap sambil tersenyum.

Untuk bahan yang diperlukan membuat pisang sale diantaranya pisang lumut (ambon lumut) yang berasal dari hasil bumi, asli dari tanah Cianjur sendiri di daerah Campaka, Cianjur Selatan. Harga yang ditawarkan untuk goreng sale itu sendiri, 1 kilogram sebesar Rp18.000, untuk partai yang banyak harga bisa nego. Pasalnya kebanyakan yang membeli langganan distributor yang selalu mengampas, selalu datang ke tempatnya.

Dia menjelaskan, dalam setiap produksi dalam sehari mencapai 300 kwintal, bahkan lebih tergantung pesanan juga. “Kedepannya mudah-mudahan lebih maju dan berkembang, bisa diterima oleh masyarakat Cianjur sendiri dan khalayak banyak,” pungkasnya.(**)

sumber: radarcianjur
Gedung Wisma Karya Cianjur

Gedung Wisma Karya Cianjur

Gedung Wisma Karya terletak di Jalan Moh Ali dan secara administratif masuk dalam wilayah Kampung Cikidang, desa Solok Pandan, Cianjur Kota. Lokasi ini sangat mudah dicapai, karena letaknya yang dipinggir jalan besar dan di tengah Kota Cianjur. Secara astronomis terletak pada koordinat 6°49’21” LS dan 107°8’32” BT.

Gedung Wisma karya dibangun pada tahun 1950-an oleh warga keturunan Cina sebagai gedung berbagai kegiatan. Sekitar tahun 1966, gedung ini dipakai oleh KAMI/KAPPI Cianjur sebagai pusat kegiatan. Sekarang fungsinya menjadi gedung olah raga tenis meja. Bangunan ini semula menjadi satu bagian dengan sekolah Cina yang berada di bagian belakangnya. Sekarang pada bagian belakng gedung ini terdapat beberapa bangunan sekolah dasar negeri.

Gedung Wisma Karya berupa bangunan permanen yang berukuran besar. Bangunan yang terletak di sisi selatan jalan raya ini menghadap ke utara. Pada sisi utara bangunan dilengkapi dengan pagar, sisi barat menempel dengan bangunan sebelahnya, sisi timur berupa pintu ke bagian belakang gedung, sedang bagian selatan berupa kompleks sekolah dasar negeri.

Tidak banyak ornamen dan kekhususan arsitektural dari gedung ini. Pada bagian depan gedung terdapat ornamen lingkaran dan garis-garis horizontal dan vertikal. Sementara itu, pada sisi samping timur dan selatan gedung polos tanpa ornamen sedikitpun. Pada bagian belakang gedung terdapat bagian bangunan lama yang menunjukkan sedikit sentuhan arsitektur Cina, yaitu atap bangunan yang terletak di ujung barat laut dari halaman belakang.

Alamat: Jalan Moh Ali, Kampung Cikidang, Desa Solok Pandan, Kota Cianjur
Koordinat : 6 49′ 12″ S, 107 8′ 19″ E

referensi: disparbud.jabarprov.go.id
Pendopo Kabupaten Cianjur

Pendopo Kabupaten Cianjur

Pendopo Kabupaten Cianjur merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur terletak di Jalan Siti Jenab. Secara administratif masuk dalam wilayah Kampung Kebon Kembang, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur Kota. Secara astronomis terletak pada koordinat 6°49’18” LS dan 107°8’42” BT Pendopo dikelilingi oleh empat ruas jalan dan di dalam area yang sama terdapat beberapa bangunan pemerintahan.

Pendopo terletak di lingkungan perkotaan dan merupakan pusatnya Kota Cianjur. Di bagian depannya terdapat alun-alun, Masjid Agung Cianjur, dan salah situs yang cukup penting dalam riwayat pemilihan lokasi sebagai kota, yaitu mata air yang dikenal dengan “pangguyangan badak putih”.

Pendopo merupakan salah satu bangunan terpenting dalam sejarah suatu kota pusat pemerintahan, seperti Kabupaten Cianjur. Sekarang pendopo sudah menjadi kompleks bangunan karena banyaknya bangunan lainnya. Kompleks tersebut mengandung beberapa tinggalan budaya masa lampau selain bangunan pendopo itu sendiri. Bangunan pendopo dibangun pada sekitar tahun 1780 setelah bangunan yang lama hancur akibat gempa pada tahun 1779.

Bangunan  pendopo menghadap ke utara ke arah jalan raya. Secara umum bangunan ini berupa bangunan permanen dengan campuran gaya bangunan lokal dan Eropa Pada bagian depan bangunan tedapat teras dan tiang-tiang bergaya Eropa, pintu dan jendela berukuran besar. Atap terbuat dari genting dan bersusun. Pada bagian belakang terdapat kolam dan dua “buyung” serta batu tegak. Buyung merupakan bangunan berongga dari batu setinggi sekitar 70 cm dan berbentuk kuncup bunga. Selain  itu, pada bagian depan kompleks pendopo dijumpai lonceng logam berukuran cukup besar berangka tahun 1774 yang digantungkan pada tiang dari beton.

Alamat: Jalan Siti Jenab, Kampung Kebon Kembang, Kelurahan Pamoyanan, Kota Cianjur

referensi: disparbud.jabarprov.go.id
Bumi Perkemahan Mandala Kitri

Bumi Perkemahan Mandala Kitri

Bagi Anda pecinta camping, Bumi Perkemahan Mandala Kitri bisa menjadi pilihan yang tepat. Diresmikan pada tanggal 20 Juni 1981 oleh presiden kedua RI, Soeharto, sejak Februari 2006.

Kawasan seluas ±17 ha ini berubah nama dan status menjadi Mandala Kitri Scout Camp dengan status Otonom dan menjadi Badan Usaha Milik Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur (selanjutnya disebut MKSC).

Berlokasi di sebuah kawasan yang menjadi pintu masuk Kebun Raya Cibodas dan bersuhu udara sangat dingin, kawasan camping ini meliputi Kebun Raya Cibodas, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Putri dan Gunung Gegerbentang. Bagi Anda penggemar kegiatan air, terdapat Sungai Cikundul dan Waduk Cirata serta sungai Citarum di mana Anda dapat melakukan berbagai kegiatan air (watersport).

Lokasi: Kecamatan Cipanas
Koordinat : 6 44′ 25″ S, 107 0′ 20″ E

Arah: 28 km dari arah Kota Cianjur, 114 km dari Kota Jakarta, dan sekitar 93 km dari Kota Bandung
Fasilitas: tapak kemah, WC, fasilitas, peralatan dan fasilitator outing

referensi: disbudpar.jabar
Kulit Goreng Sunda Rasa

Kulit Goreng Sunda Rasa

Kikil yang empuk ditambah dengan gurihnya pepes tahu paling enak jika disantap bersama dengan nasi putih pulen yang masih mengepul hangat. Apalagi jika diselingi dengan renyahnya rempenyek yang krenyes-krenyes, bergantian dengan petai rebus yang dicocolkan pada sambal tomat segar. raos pisan!!

Ketika memasuki rumah makan anda akan disambut dengan alunan Seruling yang melagukan melodi khas pasundan. Rumah makan sederhana ini lumayan bersih, didalamnya anda akan melihat beberapa pengunjung yang asyik menyantap hidangan. Dibagian depan, rumah makan nampak beberapa meja dan kursi lengkap dengan deretan aneka lauk-pauk dan lalapan diatasnya, mirip dengan penyajian di restoran padang.

Kotak kaca full menu

Dibagian belakang rumah makan ini menyediakan tempat lesehan, lengkap dengan kotak kaca yang berada tepat ditengahnya. Didalamnya berjejer pula aneka lauk-pauk yang siap dipilih sesuai selera. Ketika anda datang atau setelah memilih tempat duduk, biasanya akan datang pelayan dengan membawa sebakul nasi beserta piring makan. Mereka juga menawarkan kembali untuk menghangatkan makanan yang anda inginkan. Tentu saja menyantap makanan hangat terasa lebih nikmat bukan?

Lesehan yang nyaman

Meski tak begitu besar, rumah makan ini menyediakan menu yang cukup lengkap, aneka pepes tersedia, mulai dari pepes tahu, pepes ikan mas, pepes ayam, hingga iso, empal, tempe, tahu, ikan mas goreng, kikil goreng, dan jambal roti tersedia disini. Dilengkap pula dengan sekeranjang lalapan sayuran segar yang khas Sunda dan beraneka sambal.

Goreng kulit

Goreng kulit (kikil) adalah primadona di rumah makan ini, disajikan dengan dibungkus oleh kertas coklat (seperti pincuk). Teksturnya yang lembut dan rasanya yang nikmat akan membuat lidah anda sulit berhenti menyantapnya. Pepes tahunya pun benar-benar juara, dilengkapi irisan cabai dan daun serai didalamnya. Gurih renyahnya rempeyek udang yang berbalut adonan tepung beras pun agaknya mampu memperkaya tekstur hidangan pilihan yang dominan lembut. Jangan lupa juga cicipi petai rebus yang tersaji diatas kotak kaca, cocolkan dengan sambal tomat yang lumayan pedas namun terasa segar. Namun jika kurang suka sambal tomat, anda dpat menikmati sambal cabai goreng biasa yang tersedia dalam wadah kecil di tiap meja. Untuk penawar rasa pedas anda bias memesan aneka juice buah ataupun segelas teh manis.

Ternyata walaupun sederhana, rumah makan ini menyimpan kejutan rasa yang cukup mengejutkan. satu pepes tahu dan sepincuk kikil telah saya habiskan, Nah, jika berkunjung Cianjur tidak ada salahnya Anda menyempatkan diri bersantap di RM Sunda Rasa ini. Karena Selain rasa yang enak harganya juga murah meriah…!! Persis tak akan membuat kantong anda bolong.

Rumah Makan Sunda Rasa 2

Jl. Raya Cianjur, Sukabumi KM 6
Ciwalen Warungkondang – Cianjur Telp: (0263) 267105. 

referensi: cianjurview.com

Kuliner Istimewa Geco Nusasari Pa’ Iding

Kuliner Istimewa Geco Nusasari Pa’ Iding

Ini kuliner wajib jika anda mengunjungi Cianjur, namanya geco singkatan dari Tauge dan tauco sebuah nama makanan yang sunda banget, seperti kebanyakan makanan khas sunda yang menyingkat nama bahan  penyusunnya, seperti  Batagor yang artinya Baso-Tahu-goreng.  Geco Nusasari Pa’Iding adalah satu-satunya pedagang yang menjajakan panganan tradisional khas Cianjur ini. Pak  Iding  memulai usaha ini sejak tahun 2001, sebenarnya ia hanya melanjutkan usaha turun-temurun ayahnya yang telah mulai berjualan sejak tahun 1948. Namun, awalnya geco ini dijajakan berkeliling. Di Cianjur Geco populer pada dekade  ‘70 hingga ‘80an.

Geco Nusasari Pa’ Iding

Makanan yang berbahan dasar toge dan tauco ini dibuat oleh  Bapak Abdurahman (Pelanggan lebih mengenalnya dengan nama pak bendol) pada tahun 1948, saat itu namanya masih Goclang bahan utamanya toge dan kacang dan pernah jadi primadona pada masanya. Namun sejak usaha Goclang tersebut dilanjutkan oleh  Iding  yang merupakan anak dari Bapak Bendol , nama dan kemasannya berubah menjadi Geco seperti yang kita kenal pada saat ini. Alhasil  rasa tauco yang khaspun mendominasi, banyak wisatawan lokal yang menjadikan Geco sebagai makanan favorit ketika berkunjung ke kota Cianjur, diantaranya wisatawan domestik dari kota Jakarta, Bandung, Bogor bahkan Kalimantan pernah menyicipi makanan Geco generasi kedua ini. Bahkan menurut pengakuan pak iding, Pak Bondan Winarno pernah mampir untuk menikmati Geco buatannya.

“Kebanyakan pelanggan yang datang adalah orang dewasa, generasi muda tak begitu mengenal makanan khas Cianjur ini” tutur pa iding.

Geco Nusa Sari

Sepiring Geco terdiri dari irisan ketupat, rebusan tauge, mie sagu, dengan siraman bumbu tauco ditumis bersama tomat, daun bawang, cabai, udang, dan kacang. Ditambah lagi dengan cuka lahang yang diperoleh dari nira aren ataupun kelapa. Diatasnya diberi topping irisan kentang goreng, tahu goreng  dan telur rebus. Rasa manis, asam yang lembut, segar dan gurih menjadi paduan yang pekat dilidah.

Geco Nusasari

Bagaimana? Anda tertarik mencicipi kuliner langka nan istimewa ini? Pak Iding menjajakannya  di Jl. Siti Jenab No. 24 Cianjur tak jauh dari Mesjid Agung Cianjur, dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Anda dapat menikmatinya hanya dengan harga Rp 6.000 – Rp 8.000 saja. Murah Bukan??

referensi: cianjurview
Museum Budaya Cianjur

Museum Budaya Cianjur

Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh MM. meresmikan Museum Budaya Cianjur, Rabu 11 Juli 2012. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati, para Kepala SOPD di lingkungan Pemda Kabupaten Cianjur, Unsur muspida, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa tujuan di resmikannya museum budaya ini agar masyarakat Cianjur terutama generasi muda dan generasi yang akan datang bisa mengetahui sejarah Cianjur dari mulai berdirinya sampai dengan sekarang. Selain itu agar berbagai peninggalan kebudayaan di Cianjur terutama dari masa yang lampau dapat dilestarikan.

Peresmian Museum Budaya Cianjur ini salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Cianjur ke-335.

referensi: cianjurkab
Page 4 of 16« First...23456...10...Last »