Keinginan masyarakat Cipanas memisahkan diri dari Kabupaten Cianjur dinilai wajar. Sebab, dalam sektor potensi pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak daerah, Kecamatan Cipanas merupakan penyumbang terbesar.

Dari lima wilayah kecamatan di Cianjur utara, total PAD sektor pajak daerah selama tahun 2011 mencapai Rp12,3 miliar. Kecamatan Cipanas sendiri merupakan wilayah penyumbang PAD terbesar dengan nilai mencapai Rp4,9 miliar.

Kepala Dinas Perpajakan Daerah Kabupaten Cianjur Dadan Harmilan melalui Kepala Bidang Bina Potensi Perpajakan Abdul Hanan Sukmana menyebutkan, selama tahun 2011, total potensi PAD Kabupaten Cianjur tahun 2011 tercatat sebesar Rp12,3 miliar, meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, dan air tanah. Sebagian besarnya diperoleh dari wilayah di kawasan Cianjur utara.

“Total PAD yang diperoleh dari Kecamatan Cipanas, Pacet, Cikalongkulon, Cugenang, dan Sukaresmi mencapai Rp8,3 miliar atau sekitar 67% dari nilai potensi. Kecamatan Cipanas menjadi penyumbang terbesar yakni sebesar Rp4,9 miliar, Pacet sebesar Rp2,3 miliar, Cikalongkulon Rp522juta, Cugenang Rp344juta, dan Sukaresmi Rp184juta,” terang Hanan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Hanan menyebutkan, pendapatan terbesar lima wilayah di Cianjur utara bukan hanya dalam sektor pajak daerah saja, tapi juga dalam sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Selama tahun 2011, total pemasukan PBB Kabupaten Cianjur mencapai Rp43 miliar.

“Hampir 50% atau sekitar Rp20 miliar disumbangkan lima kecamatan di wilayah utara, yakni Kecamatan Cipanas sebesar Rp8,6 miliar, Pacet Rp6,8 miliar, Cikalongkulon Rp2 miliar, Sukaresmi Rp1,7 miliar, dan Cugenang sebesar Rp1,4 miliar,” tuturnya.

Lebih lanjut Hanan menyebutkan, jika pendapatan dari lima kecamatan di wilayah Cianjur utara itu ditambah dengan sektor pajak penerangan jalan (PPJ) dan biaya perolehan hak tanah dan bangunan (BPHTB), maka persentase pendapatannya akan lebih besar. “Sektor PPJ dan BPHTB dari wilayah Cianjur utara ini memang cukup besar juga,” tukasnya.

Menyangkut realisasi PAD hingga pekan ke dua bulan April 2012, Dinas Perpajakan Daerah Kabupaten Cianjur telah berhasil menghimpun pendapatan sebesar hampir Rp14 miliar. Hanan optimistis target PAD sebesar lebih kurang Rp44 miliar selama tahun 2012 ini bisa tercapai jika melihat jangka waktu.

“Jika mengacu target berarti tinggal tersisa sekitar Rp30 miliar lagi. Baru empat bulan saja kami sudah mengumpulkan sekitar Rp14 miliar. Jadi hingga akhir tahun nanti, kami yakin target bisa terpenuhi, malah terlampaui,” pungkasnya.

referensi: inilahjabar