Salah satu sarana hiburan yang cukup menarik di Taman Kebun Raya Cibodas (KRC), Cianjur, adalah “jalan air” yang terletak di dekat air terjun Cibogo. Kendati setiap pengunjung harus menyingsingkan sebagian celananya ke atas. Namun obyek ini sangat menarik untuk dicoba. Tidak hanya anak kecil yang tertarik bermain basah-basahan di atas “jalan air” tersebut, kaum dewasapun banyak yang mencoba menginjakkan kakinya hanya untuk merasakan dinginnya air yang bersumber dari Gunung Gede-Pangrango.

KRC memang sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan akibat banyak bekerja atau hiruk pikuk kota yang identik dengan keramaian dan debunya yang kurang sehat. Makanya, tak heran banyak warga kota besar seperti Jakarta, Bogor, Atau Bandung, sengaja mengunjungi KRC hanya untuk menghilangkan kejenuhan sambil liburan.

Di lokasi yang kini mengoleksi sekitar 200 tanaman jenis obat-obatan, 432 jenis tanaman anggrek, 100 jenis, dan masih banyak jenis lainnya ini, setiap pengunjung akan merasakan bagaimana sejuknya cuaca yang menghembus dingin, ditambah lagi dengan panorama alam yang dipenuhi oleh berbagai pepohonan.

Meski badan terasa dingin karena hembusan angin, namun kondisi itu seakan memberikan suasana baru pada diri kita, ditambah lagi suara air yang mengalir dan kicauan burung.

Menurut staf jasa dan informasi KRC Dwi Novia Puspitasari. Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, penelitian, dan pendidikan mengenai tumbuh-tumbuhan yang berasal dari berbagai negara. Kebun Raya Cibodas (KRC) juga berfungsi sebagai area untuk bermain (Wisata).

KRC yang berlokasi tepat dibawah kaki gunung Gede Pangrango Cipanas Kabupaten Cianjur, mempunyai luas areal sekitar 85 hektar dengan jumlah koleksi tanam-tanaman sekitar 6700 jenis tanaman.

Novi menjelaskan, selain berbagai jenis tumbuh-tumbuhan, KRC juga menyediakan berbagai wahana bermain, seperti jalan air, air terjun Ciismun, air terjun Cibogo, air mancur, taman sakura, taman amorphophallus, taman rhododendron, galeri tanaman hias, rumah kaca, dan kolam besar. “Untuk sarana pendidikan juga ada, seperti tempat penelitian atau laboratorium,“ katanya.

Dijelaskannya, KRC merupakan tempat untuk mendokumentasikan berbagai tanaman, baik dalam bentuk hidup (Tanaman) maupun mati (Herbarium), dan berfungsi untuk konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata. “Sekitar 70 persen wisatawan mengunjungi KRC rata-rata untuk berlibur ketimbang untuk melakukan penelitian atau pendidikan. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi jumlah para peneliti atau yang pendidikan, “ujarnya.

Dwi menuturkan, dari sekian banyak wisatawan yang berkunjung ke KRC, biasanya mereka lebih suka mengunjungi area air terjun atau jalan air. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka yang hanya duduk-duduk sambil menikmati pemandangan sekitar dan merasakan segarnya hembusan angin karena cuacanya yang dingin.(des)

referensi: radarcianjur