Sehari Produksi Capai 300 Kwintal

TAK banyak usaha di bidang usaha kecil jenis goreng sale yang bisa bertahan. Tapi tak demikian dengan usaha goreng sale yang dikelola Uus Kusnadi dan Titis di Kampung Ereg, RT 03/07, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Cianjur.

Laporan, MAMAT MULYADI, Cianjur

KONDISI usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Cianjur memang terus menggeliat. Salah satunya bidang usaha goreng sale. Maka untuk mengetahui bagaimana proses produksi hasil usahanya di bidang makanan goreng sale tersebut.

Wartawan koran ini pun langsung mengunjungi pabrik tempat produksinya yang luas usahanya 100 meter persegi di Kampung Ereg, RT 03/07, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Minggu (26/8) lalu.

Uus Kusnadi (46) dan Titis Tisnawati (35) pengelola pabrik sale mengakui, sebelumnya ia hanya berprofesi sebagai sopir barang. Bapak dua anak ini bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) bagi orang lain.

“Saya mencoba buka usaha wiraswasta ini, dengan keahlian dibidangnya untuk bertahan hidup mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga dan memfasilitasi lapangan pekerjaan bagi orang lain, tentunya bukan hal yang mudah,” kata Uus diamini Titis.

Memang pasangan yang ulet dan pekerja keras, dengan bermodalkan tekad yang bulat, kini bisa mencari kebutuhan ekonomi untuk keluarganya, bahkan membantu orang lain. “Dengan usaha ini saya tidak perlu bekerja lagi ke orang lain sebagai sopir barang,” ujarnya.

Walaupun terbilang masih baru, dia mulai buka usaha goreng sale dari tahun 2010 sampai sekarang masih tetap bertahan. “Asalkan bisa bertahan, apalagi bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk tetangga kita, itu lebih baik lagi,” tuturnya berharap sambil tersenyum.

Untuk bahan yang diperlukan membuat pisang sale diantaranya pisang lumut (ambon lumut) yang berasal dari hasil bumi, asli dari tanah Cianjur sendiri di daerah Campaka, Cianjur Selatan. Harga yang ditawarkan untuk goreng sale itu sendiri, 1 kilogram sebesar Rp18.000, untuk partai yang banyak harga bisa nego. Pasalnya kebanyakan yang membeli langganan distributor yang selalu mengampas, selalu datang ke tempatnya.

Dia menjelaskan, dalam setiap produksi dalam sehari mencapai 300 kwintal, bahkan lebih tergantung pesanan juga. “Kedepannya mudah-mudahan lebih maju dan berkembang, bisa diterima oleh masyarakat Cianjur sendiri dan khalayak banyak,” pungkasnya.(**)

sumber: radarcianjur