KH.R. Muhammad Isa Al-Kholidi lahir di Singapura  tanggal 5 Muharam 1272/1855 M. Masyarakat lebih mengenal dengan sebutan guru Haji Isa, sesuai dengan nama jelas di sekitar mesjid agung (kaum) Cianjur yang kini telah berubah nama menjadi Jalan Siti Bodedar dan ia membangun Madrasah Gedong Asem yang terkenal ke mana-mana.

Guru Haji Isa atau yang biasa disebut  nama Isa menurut RH.Abbas Sahabuddin AM salah seorang keturunannya, adalah pemimpin  thoriqoh naqsyabadiyyah Kholidiyyah di gedong Asem Cianjur, meneruskan kiprah para pendahulunya.  Kiyai ini menuntut  ilmu dan berguru pada Sayyid Hasan, seorang keturunan Arab dari Johor Malaysia di Singapura.

Kemudian,  ia memperdalam thoriqoh naqsyabadiyyah kepada RH.Ibrahim, mertuanya dan saudara  ayahnya dalam usia 17 tahun, juga masih di Singapura, ketika usia menginjak 22 tahun, R.H. Muhammad Isa al Kholidi pergi ke Mekkah, untuk menuntut  ilmu dan menamatkan pelajaran thoriqoh naqsyabadiyyah Sayyidi Syeh Sulaeman Zuhdi seorang keturunan Turki dijabal Qubesy dan mendapat ijazah atau gelar Al Kholidi.

Sekembalinya ke Cianjur Guru Haji Isa atau yang kerap pula disebut juragan Isa, melanjutkan para pendahulunya memimpin pengajian dan penyebaran agama Islam. Disamping menjadi pimpinan thoriqoh naqsyabadiyyah saat itu, mewakili KH.R ma’mun Al Kholidi (mama Guru Waas) Menurut  Ketua DKC Cianjur, Deni Rusyandi ,  K.H.R. Muhammad Isa Al kholidi juga membangun Madrasah di atas kolam besar (Bale Kembang) di Gedong  Asem sebagai tempat mendidik  anak-anak  perempuan, sekaligus tempat peribadatan dan berbagai kegiatan keagamaan  islam lainya. Seperti antara lain penyelenggaraan tadarus membaca al-qur’an berikut tajwidnya. Serta pengajian kitab kuning berikut terjemahnya (arti dan maksudnya).seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan seusai solat subuh.

“Beragam kegiatan mengajar dan mendidik para santri khususnya dalam hal membaca Al Quran beserta tajwid lagamnya tersebut, akhirnya membuat nama Madrasah Gedong Asem Cianjur menjadi sangat terkenal bahkan hingga keluar daerah,” imbuhnya.(**)

referensi: radarsukabumi