Jangan mengaku pecandu kopi jika belum pernah merasakan nikmat dan kedahsyatannya kopi Aceh. Aceh dari dulu memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan cita rasanya yang khas dan aroma yang kuat, seperti kopi Aceh Gayo.

Kopi Aceh Gayo merupakan salah satu kopi yang berbahan dasar kopi arabika yang sangat terkenal di daerah Provinsi Tanah Rencong dan termasuk kopi berkualitas nomor tiga di Asia. Kopi Arabika lantas diracik khusus ala Aceh dengan cara diseduh lantas disaring untuk mendapatkan sari kopi yang berkualitas dan kental. Kopi Aceh pada dasarnya sama dengan kopi-kopi pada umumnya. Namun, karena cara penyajiannya yang agak berbeda, kopi Aceh memiliki perbedaan rasa malah di dalamnya terdapat kandungan antitoksin, menambah stamina tubuh dan dapat mengencangkan kulit.

“Orang yang mempunyai penyakit jantung kalau menyeruput kopi aceh dalam keadaan pahit dapat menekan hipertensi atau tekanan jantung,“ kata pemilik warung kopi Aceh di pinggiran Jalan Raya Sindanglaya Cipanas Kabupaten Cianjur, Ami Erca (33) yang merupakan asli kelahiran Sigi-Pidi Aceh.

Dijelaskannya, untuk mendapatkan khasiat murni dari kopi Aceh. Kopi Aceh baiknya diminum pada saat masih panas dengan rasa pahit alias tidak dicampur gula. Karena campuran gula (manis) dapat melunturkan kadar nutrisi dari gizi kopi. “Selain itu, rasa asamnya tidak naik dan aman buat dilambung,“ tuturnya.
Menurutnya, Kopi Aceh Gayo yang asli Aceh dapat diracik atau dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti, kuning telor, pinang (Sejenis buah-buahan), ketan hitam, kedelai dan gula merah. “Tapi kalau di sini (Cipanas) rata-rata pembeli masih banyak yang meminta kopi asli tanpa campuran bahan lain,“ ujarnya.

Sekadar membagi tips cara mendapatkan cita rasa kopi Aceh saat diminum, katanya, pertama-tama kopi dicicipi satu sendok kemudian disambung dengan cicipan yang kedua untuk menghilangkan orientasi lidah dengan rasa kopi dan cicipan yang ketiga untuk mendapatkan rasa kopi itu sendiri. “Untuk mendapatkan kesempurnaan cita rasa, baiknya sebelum ditelan, kopi dikumur-kumur dulu dalam mulut lantas ditelan. Karena selama dikumur-kumur dapat memicu rangsangan saraf,“ tuturnya.

Ami menjelaskan, satu gelas kopi rata-rata dihargai Rp5ribu per porsi, dan kopi Aceh yang dijualnya merupakan kopi Aceh yang berasal dari Ulee Kareng dan Solong dari Banda Aceh. Selain itu, kita juga menyediakan kopi luwak seharga Rp30 ribu per porsi. “Kalau kopi luwak liar, dihargai Rp50 ribu per porsi,“ terangnya

Diakuinya, sepengetahuannya pedagang kopi Aceh warungan di wilayah Cianjur, masih terbilang langka. Namun, berbeda dengan daerah asalnya di Banda Aceh, dimana warung kopi banyak bertebaran dan mudah ditemukan. “Kalau di Aceh, kebiasaan meminum kopi sudah sejak dari masa kesultanan aceh. Bahkan sudah mengakar dikalangan masyarakat kelas atas hingga masyarakat biasa, “tuturnya.(des)

referensi: radarcianjur