Mengenal Band Distro Asal Cianjur

Mengenal Band Distro Asal Cianjur

Keluarkan Album Perdana, Road Show Dibeberapa Radio

SAAT ini di Cianjur banyak grup band bermunculan. Mereka ingin meramaikan belantikan musik Indonesia, dengan tujuan menjadi band papan atas seperti band-band yang sudah lebih dahulu berkibar. Salah satunya Band Distro. Berikut liputanya.

SATU band lagi asal Kota Cianjur yang sekarang, sedang meramaikan belantika musik Indonesia. Band Distro nama band asal kota tauco ini. Band digawangi lima personil, masing-masing Derus (vokalis), Handy (drumer), Tole (melodi), Amy (guitar), Abbe (bass). “Semua personil Distro asli dari Cianjur terbentuk pada bulan Mei 2008 lalu,” kata Derus sang vokalis, kemarin.

Nama band Distro ini diambil, karena kata Distro mudah diingat, dan diharapkan lagu-lagunya bisa melekat di hati para pendengar. “Sekarang ini Distro sedang road show di beberapa radio untuk mempromosikan lagu single hits yang berjudul ‘Maafkan Aku’,” ujarnya.

Hasil kerja keras band ini, pada bulan Desember 2012 telah mengeluarkan album perdana mereka yang berjudul ‘Terlahir Kembali’ dengan lagu single hits nya ‘Maafkan Aku’. Lagu-lagu tersebut sudah bisa didengarkan di radio-radio seluruh Indonesia. “Aliran musik yang dipilih adalah pop alternatif,” terangnya.

Derus memaparkan, saat ini band Distro bernaung di bawah label IMP (Intermedia Music Production). “Kami ini ingin menunjukan eksistensi agar musik yang kami bawakan bisa diterima dan dinikmati oleh para pecinta musik Indonesia,” katanya.

Ada delapan lagu di album ‘Terlahir Kembali’, diantaranya Maafkan Aku, Cinta Sejati, Broken heart, Lupakanlah Aku, Akhir Sebuah Kisah, Dari Hati, Pesimis vs Optimis, Penjara Kebebasan. “Sebenarnya kita pernah ngeluarin single hits yang berjudul ‘Cinta Sejati’ tahun 2008, dan Alhamdulillah merajai chart di beberapa radio,” paparnya.

Dirinya optimis berusaha bisa menjadi band papan atas Indonesia dan bisa mengharumkan nama Cianjur. “Mudah-mudahan kehadiran Band Distro bisa mengharumkan nama Cianjur dan menjadi band papan atas,” harapnya.

referensi: DENI ABDUL KHOLIK radarcianjur

Slank Hibur Penggemarnya di Cianjur

Slank Hibur Penggemarnya di Cianjur

Ribuan Slanker dari berbagai wilayah di Jawa Barat, tumplek memadati Lapang Brajawijaya Markas Batalyon Infanteri Raider 300/RBK Cianjur, Senin (30/4/2012) petang mulai pukul 16.00 WIB.

Mereka antusias ingin menyaksikan langsung penampilan grup band Slank yang hadir dalam kegiatan Tour 25 Kota Xtraligi perjalanan spiritual bersama Ki Ageng Ganjur.

Grup yang digawangi Bim Bim (drummer), Kaka (vocal), Ridho (gitar), Abdi (gitar), dan Ivanka (bass) langsung menggebrak ribuan penggemarnya dengan hits mereka, Kuil Cinta. Disusul kemudian dengan tembang Mars Slank, SPK, Gara-gara Kamu, Virus, I Miss U But I Hate U, Balikin, Ku tak Bisa, Terlalu Manis, Orkes, dan ditutup dengan lagu Kamu Harus Pulang.

Sebelum tampil menyapa penggemarnya di Lapang Brajawijaya, para personel Slank ini menggelar Dialog Budaya bersama Ki Ageng Ganjur (Dr Sastro) di Pondok Pesantren Al-Ittihad Rawa Bango Kecamatan Karangtengah. Kegiatan dihadiri juga ribuan slanker yang menunggu di luar gedung.

Dialog Budaya tersebut diawali dengan tausyiah yang disampaikan Ki Ageng Ganjur mantan orang terdekat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dalam tausyiahnya. Ki Ageng menyampaikan kedatangan Slank ke setiap pondok pesantren. “Grup Slank ingin menunjukan bahwa pondok pesantren merupakan pusat kesenian, kebudayaan, dan peradaban, bukan sarang teroris. Pesantren adalah lembaga yang melakukan pendidikan dengan melakukan pendekatan budaya,” kata Ki Ageng.

Selain itu, tour 25 kota bertajuk Xtraligi ini sebagai bagian menjahit Nusantara. Artinya, Slank ingin merah putih tetap berkibar dan NKRI adalah harga mati. “Kita ingin Pancasila tetap menjadi dasar negara. Di negara ini ada dua rampok, yakni rampok undang-undang dan koruptor. Kondisi inilahg yang menjadi misi Xtraligi ke pondok-pondok pesantren,” tambahnya.

Sementara itu Kaka menyatakan Slank punya slogan perdamaian, cinta persatuan, dan saling menghormati. Slogan ini menjadi kunci kebersamaan dan ingin selalu ditiru seluruh masyarakat Indonesia.

referensi: inilahjabar