Ruwaciba Cianjur Bedah Sejarah

Ruwaciba Cianjur Bedah Sejarah

Sampai saat ini masih banyak orang yang tidak tahu apa itu Ruwaciba. Ruwaciba adalah paguyuban Rukun Wargi Asal Banten Cianjur. Nama ini ternyata memiliki nilai historis yang sangat berarti karena berawal dari perjuangan nenek moyang keturunan banten terdahulu.

Seperti dijelaskan salah satu pengurus Paguyuban Paku Banten Tubagus Jamal Bastari. Menurut Jamal, malahan ada nama Paguyuban Paku Banten. Nama ini merupakan yang tertua dalam kesultanan banten. Sedangkan pasukan khusus kesultanan adalah tingkat paguron.

“Di situ ada empat paguron yang khusus pasukan Banten, salah satunya paku banten yang tersebar di beberapa provinsi, baik Jawa Barat, Palembang, Lampung dan Bengkulu. Nah, yang dikukuhkan dan dikembangkan di Bandung merupakan Pedaleman (dalem),” papar Jamal pada saat silaturakhmi Ruwaciba dihadiri Wakil Bupati Cianjur Suranto, di Gedung KONI Cianjur, kemarin.

Dikatakanya, sedangkan paguron yang ada di Cianjur yang juga guru besar yaitu H Dadang Fajar di Ponpes Al Ulmah Cianjur, merupakan keturunan Cikondaan Pandeglang Banten. “Silaturakhmi ini harus dilakukan, sehingga orang-orang teureuh alias keturunan Banten akan bertemu bertatap muka,” jelas Jamal.

Sementara Sekjen Ruwaciba H Ending Bahrudin menambahkan, pertemuan ini sangat baik sekali. Apalagi rukun wargi Banten sejak tahun 1970, dan tahun 1990 berubah menjadi Rukun Wargi Cianjur asal Banten. “Pertemuan kali ini ingin ada keterikatan batin diantara sesama, persatuan wargi asal Banten, ta’alun dan menjaga nama baik,” imbuhnya.

Tapi hadir di Cianjur, sambung Ending harus membangun Cianjur. Pihak paguyuban wargi asal Banten benar-benar harus menyesuaikan diri dengan tempat. “Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.

Tapi juga, paguyuban ini tidak mengumbara, sebab telah ada pengukuh yaitu RH Husen Abdullah Rifa’i, dimana dia pendiri Masjid Agung Cianjur pada abad ke 17. Dan dia juga menikah dengan keturunan Raden Wiratanu Datar (dalem Cikundul). “Beliau almarhum adalah sebagai pengawal Cianjur pertama,” jelasnya.(tan)

sumber: radarcianjur