Masjid Agung Cianjur ini terletak di pusat Kota Cianjur yang dibangun pertama kali pada tahun 1810. Sayangnya penduduk yang merintis pembangunan Mesjid ini tidak tercatat dalam sejarah sebagaimana sejarah Mesjid-Mesjid Agung di daerah lainnya.

Mesjid ini dibangun diatas tanah wakaf milik Ny. Raden Bodedar binti Kangjeng Dalem Sabirudin, yang merupakan Bupati Cianjur yang ke-4.Luas Mesjid ini pada mulanya 400 m. Lalu berkembang menjadi 2500 m. Serta mengalami beberapa kali perbaikan.

Yang paling intensif adalah sejak tahun 1997 sampai tahun 2000 yang menelan biaya kurang lebih Rp. 10 milyar. Desain modern dan klasik menjadi ciri khas mesjid ini yang dapat menampung sekitar 4000 jemaah.

Disinilah biasanya salah satu tradisi masyarakat Cianjur yaitu Ngaos dilaksanakan. Terutama ketika peringatan hari-hari besar Islam seperti Ramadhan, Nuzulul Quran, Isra Miraj dll. Mesjid ini akan ramai oleh gelombang lautan manusia yang dengan antusias mendatangi mesjid.