Video: Waduk Jangari Cirata

Video: Waduk Jangari Cirata

Waduk Jangari Cirata

Wilayah Kabupaten Cianjur sangat luas. Objek wisata pun juga cukup banyak. Salah satunya Waduk Jangari Cirata. Waduk ini  terbentuk dari genangan air seluas 62 kilometer persegi akibat pembangunan waduk yang membendung Sungai Citarum. Genangan waduk tersebut tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Cianjur, Purwakarta dan Kabupaten Bandung.

Genangan air terluas terdapat di Kabupaten Cianjur, yang kemudian dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata rekreasi berbasis air. Saat ini objek wisata tirta yang paling berkembang dan ramai dikunjungi wisatawan lokal di kawasan Waduk Cirata adalah Jangari dan Calingcing di Kabupaten Cianjur.

jangari 300x225 Potensi Wisata Waduk Jangari CirataPadahal selain kedua tempat tersebut, masih banyak daya tarik potensial lainnya yang belum dikembangkan, seperti bendungan dan teknologinya, wisata agro, dan ekowisata hutan. Lokasi yang strategis maupun daya tarik yang cukup beragam tadi nampaknya belum cukup untuk menjadikan objek wisata ini dikunjungi wisatawan non lokal, terlebih mancanegara. Kawasan Waduk Cirata dengan luas 43.777,6 hektar terdiri dari 37.577,6 hektar wilayah daratan dan 6.200 hektar wilayah perairan.

Fungsi utama waduk sebagai pembangkit tenaga listrik, ternyata menimbulkan berbagai kegiatan ikutan yang berkembang di kawasan Cirata, termasuk pariwisata. Dengan memanfaatkan kondisi alam dan lingkungan air yang terbentuk di kawasan ini, potensi daya tarik wisata tersebut berkembang dan menarik wisatawan untuk berkunjung ke beberapa lokasi di kawasan Waduk Cirata.

Objek wisata Jangari yang terletak di Desa Bobojong, Kecamatan Mande yang berjarak lebih 17 kilometer dari pusat kota Cianjur, memiliki luas sekitar 15 hektar. Sedangkan Calingcing berlokasi di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, sekitar 20 kilometer dari kota Cianjur, dengan luas sekitar 5 hektar. Kedua lokasi tersebut sangat strategis karena berada pada titik pertemuan dua lintasan pintu masuk menuju wilayah pengembangan pariwisata Cirata yaitu dari arah Cianjur (Jakarta dan Bogor) serta Ciranjang (dari Bandung) yang memiliki potensi pasar wisatawan yang sangat besar. Untuk menuju ke Jangari terdapat rute angkutan umum dari pusat kota Cianjur. Aksesibilitas ke Calingcing tidak sebaik Jangari. Lokasi Calingcing lebih jauh dari pusat kota Cianjur dan belum ada angkutan umum menuju lokasi tersebut.

Di lokasi Jangari dan Calingcing wisatawan dapat menikmati rekreasi alam terbuka, dengan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan seperti melihat-lihat pemandangan genangan air waduk, berperahu, memancing atau hanya sekedar berjalan-jalan dan duduk–duduk bersama teman atau keluarga sambil menikmati makanan yang mereka bawa. Kegiatan berperahu mengelilingi waduk Cirata dikenai tarif sekitar Rp30.000, untuk berperahu selama 2-3 jam. Atraksi yang dapat dinikmati oleh pengunjung pada saat berperahu mengelilingi waduk adalah melihat jaring terapung dan budidaya ikan sambil menikmati hidangan berupa ikan bakar/goreng yang disediakan oleh salah satu rumah makan terapung yang terdapat di lokasi tersebut.
Namun saat ini, populasi jaring terapung yang cukup banyak terkesan hampir menutupi permukaan waduk, sehingga dapat mengurangi kenyamanan wisatawan/pengunjung pada saat melakukan pesiar, karena menghalangi pemandangan keseluruhan.

Fasilitas penunjang yang tersedia di lokasi Jangari diantaranya pelataran parkir yang cukup luas, namun sayangnya belum tertata dengan baik. Hal tersebut terlihat pada saat hari libur dengan jumlah pengunjung yang banyak, ruang parkir menjadi tidak teratur dan terkesan semrawut. Fasilitas lainnya yaitu toilet umum -namun kondisinya kurang bersih, demikian juga dengan kondsi lingkungan keseluruhan. Saung-saung yang terletak di sepanjang jalan di dekat pusat keramaian Jangari dapat disewa oleh pengunjung untuk duduk-duduk dan beristirahat.

Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan juga tersedia kios-kios dan warung-warung makanan yang menjual berbagai makanan dan minuman serta barang-barang dagangan lainnya. Selain warung, pedagang kaki lima terlihat cukup banyak menggelar dagangannya. Letak kios dan warung-warung tersebut saat ini belum tertata dengan baik, dan kurang menjaga kebersihan sekitarnya. Sebagian besar kios-kios tersebut terletak di tepi sempadan genangan, sehingga menghalangi pemandangan langsung ke bentangan waduk.

Untuk menambah daya tarik wisata di Jangari pada setiap hari libur/besar pihak pengelola menyediakan atraksi-atraksi kesenian tradisional maupun modern yang digemari oleh para pengunjung seperti jaipongan atau musik dangdut. Saat ini pengelolaan objek dan daya tarik wisata Jangari dan Calingcing dilaksanakan oleh Pemda Cianjur, mengingat kedua lokasi tersebut berada pada wilayah administrasi Kabupaten Cianjur. Objek wisata Calingcing tidak seramai dan belum berkembang seperti Jangari. Selain lokasinya lebih jauh dari jalan raya Cianjur, tempat ini juga tidak dilalui kendaraan umum. Fasilitas yang tersedia di Calingcingpun tidak selengkap dan sebanyak yang terdapat di Jangari, meskipun harga tiket masuk yang dikenakan ke pengunjung sama, yaitu Rp500 per orang.

Selain Jangari dan Calingcing, lokasi lainnya relatif belum berkembang dan dikunjungi wisatawan. Padahal lokasi dimana dam site Cirata berada potensial untuk dikembangkan sebagai objek wisata pendidikan dan penelitian berbasis teknologi. Pihak pengelola waduk Cirata (BPWC) bahkan telah memiliki rencana pengembangan kawasan ini untuk menjadi resor wisata, namun pembangunannya terhambat masalah sumber daya.

Karakteristik Pengunjung. Potensi daya tarik yang dimiliki kawasan Waduk Cirata secara keseluruhan sebenarnya sangat beragam. Selain daya tarik wisata tirta yang menjadi objek wisata rekreasi paling berkembang saat ini, bendungan dengan teknologi pembangkit listrik di dalam perut bumi merupakan objek wisata pendidikan dan penelitian yang belum tergali. Demikian juga dengan potensi wisata agro selain perikanan jaring terapung, wisata alam hutan, maupun wisata budaya dan kesenian yang belum banyak dilirik.

Mengingat lokasi dan aksesibilitasnya yang sangat baik, objek wisata di kawasan ini sangat potensial untuk menarik wisatawan dari luar Cianjur. Keberadaan kawasan wisata Puncak, maupun jalur regional Jakarta-Cianjur-Bandung merupakan sumber wisnus maupun wisman yang potensial. Demikian juga dengan perkembangan jalur Purwakarta-Padalarang. Luasnya kawasan dengan daya tarik yang beragam dan tersebar di kawasan Waduk Cirata menyebabkan pengembangan kepariwisataan perlu didistribusikan dengan tema-tema dan sasaran pasar yang berbeda-beda. Peningkatan kualitas produk mencakup kualitas daya tarik dan fasilitas penunjang di kawasan ini perlu dilakukan, sehingga diharapkan dapat menarik pangsa pasar wisatawan lain dari golongan menengah atas.

referensi:

  • youtube
  • cianjurcybercity
Video: Cirata 1 Menit

Video: Cirata 1 Menit

Waduk Jangari Cirata

This video contains the views of the Cirata lake in the district of Ciranjang, Cianjur, West Java in Indonesia

referensi:

  • youtube
Video: Situs Megalitik Gunung Padang

Video: Situs Megalitik Gunung Padang

Situs Megalitik Gunung Padang

Keberadaan situs ini peratama kali muncul dalam laporan Rapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan NJ Krom tahun 1949. Juru Pelihara Situs Gunung Padang Asep mengatakan, jika luas area Gunung Padang sekitar 3 hektar. Untuk luas bangunannya, sekitar 900 meter persegi.

Bagi Anda yang ingin mencari suasana berbeda untuk mengisi masa liburan, anda bisa menjadikan Situs Gunung Padang sebagai alternatifnya. Di tempat ini, para pengunjung akan diajak untuk mengenal kehidupan di masa lampau. Situs  Gunung Padang  yang terletak di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur, merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara.

Keberadaan situs ini peratama kali muncul dalam laporan Rapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan NJ Krom tahun 1949. Juru Pelihara Situs Gunung Padang Asep mengatakan, jika luas area Gunung Padang sekitar 3 hektar. Untuk luas bangunannya, sekitar 900 meter persegi.

Liburan Kunjungilah Situs Gunung Padang 300x189 Liburan, Kunjungilah Situs Gunung PadangDirinya menerangkan, Situs Gunung Padang yang terletak 50 kilometer dari Cianjur, konon, merupakan situs megalitik paling besar di Asia Tenggara. Di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam.

“Waktu itu, Prabu Siliwangi, dibantu oleh pasukannya membuat bangunan ini, dengan mengumpulkan balok-balok batu yang hanya ada di daerah sekitar. Tapi, karenan keburu datang fajar, daerah ini diatinggalkan begitu saja, batu-batu dibiarkan berantakan, jadinya seperti yang sekarang ini terlihat,” terang sang juru pelihara, yang sudah bekerja selama dua tahun terakhir ini. Dirinya menambahkan, jika bangunan yang ada di situs ini, terdiri dari lima teras dengan ukuran yang berbeda-beda. Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau Islam.

Misalnya ada yang disebut meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasana, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Marzuki, dan batu Syeh Abdul Fukor. “Keadaan batu-batu tersebut, asli. Bukan dibentuk atau buatan manusia. Sekarang ini, situs Gunung Padang sudah mulai dikenal oleh masyarakat Cianjur, oleh karenanya, saya berharap agar pemerintah bisa memberikan perhatian lebih, terutama yang terkait dengan akses jalan menuju situs ini,” pungkasnya. (rp12)

referensi:

  • youtube
  • cianjurcybercity
Video: Misteri Gunung Padang

Video: Misteri Gunung Padang

Misteri Gunung Padang

This video shows the mysterious nature of the Gunung Padang site in Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Important aspects of general human life may be waiting to be revealed in this site. Since the researches are still on going right now, here is the videocast showing the expedition by Indonesia Archipelago Culture Initiatives (IACI) 2008.

referensi

  • youtube
Video: Cianjur Tea

Video: Cianjur Tea

Cianjur Tea

Video ini untuk menyatukan semua rakyat Cianjur yang berada di seluruh dunia untuk tetap memberikan sumbangsih untuk cianjur dan mempromosikan wisata daerah cianjur dimanapun anda berada karena cianjur Is The best…selain itu dengan ini semua RAKYAT CIANJUR BERSATU

referensi:

  • youtube
Video: Semalam Di Cianjur

Video: Semalam Di Cianjur

Semalam Di Cianjur

Lirik:

Na na na na …

Na na na na..

**

Kan kuingat…di dalam hatiku

Betapa indah semalam di cianjur

Janji kasih yang tlah kau ucapkan

Penuh kenangan…yang takkan terlupakan

*

Tapi sayang…hanya semalam

Berat rasa…perpisahan

Namunku…telah berjanji

Di suatu waktu…

Kita bertemu lagi

(repeat *)

Na na na na…

Na na na na…

(repeat *)

Lirik : http://lirik.kapanlagi.com

Dahlan: Soal Kualitas Tanah, Cianjur Istimewa

Dahlan: Soal Kualitas Tanah, Cianjur Istimewa

Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan mengakui jika kualitas tanah di Kabupaten Cianjur merupakan satu di antara yang teristimewa di Indonesia. Satu di antara contohnya adalah keberadaan varietas padi Pandanwangi.

“Sektor agro (pertanian) di Kabupaten Cianjur itu sangat potensial karena ditunjang dengan kondisi tanahnya yang saya kira termasuk salah satu teristimewa di Indonesia. Kalau masalah bibit, daerah lain juga punya, termasuk masalah pupuk, daerah lainpun ada. Tapi jika berbicara masalah kondisi tanah, Kabupaten Cianjur salah satu daerah teristimewa di Indonesia,” kata Dahlan seusai mengikuti kegiatan senam massal di Lapang Prawatasari Joglo dalam kunjungan kerjanya di Cianjur, Jumat (4/5/2012).

Dahlan mengakui kualitas padi Pandanwangi yang merupakan varietas unggulan khas Kabupaten Cianjur. Varietas itu, lanjut Dahlan, hanya bisa ditanam khusus di daerah Cianjur. Itupun hanya dibeberapa lokasi saja.

“Daerah lain sebetulnya bisa menanam padi Pandanwangi. Tapi tetap rasa dan kualitasnya tidak akan sama jika ditanam di daerah aslinya di Cianjur. Ini menandakan bahwa kualitas tanah sendiri menunjukan kualitas sebuah varietas pertanian,” tukasnya.

Meskipun demikian, Dahlan mengharapkan agar masyarakat sendiri tidak terlalu bergantung kepada pemerintah. Artinya, masyarakat harus berdayaguna sehingga akan memunculkan kreativitas. Misalnya saja dalam konteks perlindungan varietas.

“Jika semuanya bergantung pada pemerintah, belum tentu juga akan baik, karena prosedur pemerintah itu cenderung mengikuti aturan. Apalagi saya melihat masyarakat saat ini sudah pintar-pintar, bahkan kepintarannya bisa melebihi pejabat pemerintah,” tutur Dahlan.

Secara kualitas, lanjutnya, dalam sektor holtikultura pun Kabupaten Cianjur sangat memenuhi syarat untuk di ekspor. Namun hanya karena saat ini kebutuhan dalam negeri sendiri masih sangat tinggi, tentunya pasokan mendahulukan kebutuhan dalam negeri. “Sayur mayur asal Cianjur saya jamin sudah memenuhi syarat berkualitas ekspor. Tapi kebutuhan dalam negeri sendiri sangat besar. Untuk mengimbanginya, sekarang ada pengendalian impor holtikultura. Peraturannya akan segera dikeluarkan pemerintah mengenai pengendalian impor holtikultura ini,” tegas Dahlan.

Selain menyapa masyarakat Cianjur dengan menggelar senam massal, sebelumnya pada Kamis (3/5/2012) malam, Dahlan berkesempatan berdialog dengan masyarakat petani di Kampung Padakati Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang.

Satu yang menjadi fokus keluhan dalam dialog itu adalah berkaitan dengan corporate social responsibility (CSR) dari perusahan-perusahaan, utamannya program CSR dari perusahaan BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan para petani. Selama ini, petani masih merasakan belum maksimalnya program CSR fokus pada sektor pertanian.

Dokumentasi Ngawangkong Bareng Dahlan Iskan

referensi: inilahjabar

Pantai Jayanti, Cidaun

Pantai Jayanti, Cidaun

Pantai Jayanti  Terletak di kecamatan Cidaun. Jarak dari Kota Cianjur 139 Km. Pantai ini berdampingan dengan Cagar Alam Bojonglarang dan pelabuhan nelayan. Pantai ini masih alami dengan ombak yang indah.

Keberadaan Pantai Jayanti memang belum sepopuler Pangandaran, Ciamis, atau Pelabuhanratu, Sukabumi. Tapi panorama alamnya, tak kalah dengan dua obyek wisata tersebut. Pantai Jayanti yang baru ditata tahun 80-an dan dikenal sebagai obyek wisata sepuluh tahun kemudian, memang belum mampu menandingi kepopuleran Pangandaran dan Pelabuhanratu yang sudah berkembang puluhan tahun lebih dulu.

travel.okezone :

Selatan Kabupaten Cianjur berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Secara ukuran, Cianjur memiliki bibir pantai sepanjang 75 KM yang membentang dari Kecamatan Agrabinta yang berbatasan denganSukabumi ke Kecamatan Cidaun yang berbatasan dengan Kabupaten Garut.

Salah satu pantai yang cukup terkenal di Cianjur Selatan adalah Pantai Jayanti, di Kecamatan Cidaun. Pada dasarnya Jayanti merupakan sebuah dermaga tempat bersandarnya para nelayan Cidaun. Namun tidak jarang ada para pelancong yang ingin mngunjungi pantai tersebut.

Wisatawan datang ke Jayanti pada saat libur lebaran. Wisatawan yang datang kebanyakan wisatawan domestik dari Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, seta Kota Bandung dan sekitarnya.

Di Pantai Jayanti, wisatawan bisa merasakan sensasi bakar ikan layur langsung di pinggir pantai. Ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan bisa langsung dibeli di pasar ikan Jayanti. Untuk peralatan masaknya bisa membawa sendiri atau beli di Jayanti.

Ombak di Pantai Jayanti terbilang cukup besar. Oleh karena itu, pantai ini tidak bisa menjadi tempat berenang. Hamparan pasir pantai yang disapu ombak hanya bisa dinikmati untuk sekadar foto-foto saja.

Kawasan ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, terdiri dari pasir-pasir pantai. Tempatnya kurang begitu nyaman untuk menjadi tempat istirahat di siang hari, karena udaranya yang panas, dan tanpa pohon peneduh.

Jika Anda ingin bersantai melihat pemandangan laut, Anda bisa mencoba bagian kedua dari Pantai Jayanti. Bagian yang satu ini terdiri dari batu-batu karang.

Angin dari pantai terhalangi oleh batuan karang yang menjulang. Anda bisa beristirahat di bawah batuan karang tersebut. Dan asiknya, di sana cukup teduh oleh pepohonan.

Untuk pergi Ke Jayanti Anda bisa menggunakan jalur Cianjur Kota-Sindang Barang-Jayanti, Bandung-Naringgul-Jayanti. Atau Jika Anda berasal dari Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis, Anda bisa menggunakan jalur Trans Jabar Selatan yang saat ini kondisinya cukup baik.

suarakarya-online :

Pantai Jayanti yang baru ditata tahun 80-an dan dikenal sebagai obyek wisata sepuluh tahun kemudian, memang belum mampu menandingi kepopuleran Pangandaran dan Pelabuhanratu yang sudah berkembang puluhan tahun lebih dulu.

Jayanti memang masih terbebas dari polusi apa pun, apalagi polusi udara atau pencemaran air. Pemukiman penduduk saja belum terlalu banyak. Kecuali barangkali adanya bau anyir ikan, dan ini sebetulnya aroma khas sebuah objek wisata yang sekaligus merupakan sebuah pelabuhan nelayan.

Di sana terdapat bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta di depannya terdapat kios-kios pengecer ikan dan kios jajanan lain serta warung nasi yang dapat menyediakan ikan bakar sesuai pesanan.

Kondisi pantainya sendiri terbangun atas pasir laut di sebelah kanan dan batu-batu karang di sebelah kiri. Ombak samudera bergulung-gulung, lalu berdebur menerpa batu-batu karang.

Beberapa puluh meter dari pantai terdapat pelataran parkir cukup luas. Hanya beberapa puluh meter pula terdapat beberapa penginapan milik swasta. Tarifnya relatif murah, rata-rata Rp 75 ribu per malam.

Pantai Jayanti bisa ditempuh dari Kota Cianjur dan Bandung melalui dua ruas jalan, yakni ruas jalan Kota Cianjur-Sindangbarang-Cidaun dan Bandung-Ciwidey-Naringgul-Cidaun.

Tapi untuk menuju Jayanti melalui ruas jalan Bandung-Naringgul-Cidaun yang berkelok-kelok dan naik-turun, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi karena angkutan umum dari bandung hanya sampai di Balegede. Kecuali pengunjung mencarter angkutan umum bisa sampai ke Pantai Jayanti.

Karena itu wisatawan yang datang ke Jayanti umumnya menempuh perjalanan dari Kota Cianjur. Di Kota Tauco ini, tepatnya di Terminal Pasirhayam, cukup tersedia angkutan umum berupa bus dan Elf yang langsung menuju Cidaun dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dari sini, sejauh 8 km, naik ojek sampai Jayanti.

Angkasa Band ?

Angkasa Band ?

Angkasa adalah grup musik asal Cianjur, Jawa Barat yang beranggotakan Ato (vokalis), Ovieck (bassis), Anggie (drummer), Ling Ling (kibor), dan Teguh (gitaris). Nama mereka melejit berkat lagu Jangan Pernah Selingkuh di album bertajuk sama yang beredar di bawah bendera Warner Music Indonesia.

Grup musik yang berdiri pada tanggal 23 November 2004 ini awalnya beraliran rock klasik. Di panggung mereka kerap membawakan lagu-lagu milik Bon Jovi, U2, Mr Big, atau Dewa. Mereka pun berhasil menjadi Juara I Festival Band tingkat SLTA tahun 2004, dan Juara III Musikalisasi Puisi Se-Jawa Barat di tahun yang sama. Dua tahun kemudian, mereka mendapat Juara I Pentas Merdeka tahun 2006, dan Juara III Lomba Cipta Lagu Se-Jabar tahun 2007.

Sebenarnya pada tahun 2005, mereka sempat mengikuti ajang Dreamband, hingga Ato terpilih dalam tiga besar untuk kategori vokalis. Namun Ato memutuskan untuk terus bersama Angkasa. Kiprah mereka semakin nyata setelah kerap tampil sebagai band pembuka grup papan atas, seperti Pas Band, /rif, dan Kapten.

Penolakan label rekaman tak membuat mereka putus asa. Angkasa pun membuat album secara independent. Setelah bajakan album indie mereka tersebar hingga Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Bali, mereka mulai dilirik Warner Music Indonesia. Album perdana, JANGAN PERNAH SELINGKUH (2008) dirilis dengan lagu-lagu seperti Jangan Pernah Selingkuh, Luka, Asya, Cemburu Buta, Cinta Berat, Putuskan Aku, Teman, Tyas, Yang Berlalu Biarlah, dan Akulah Yang Bisa.

referensi : selebriti.kapanlagi.com/angkasa/