Tokoh: Dalem Sabirudin

Tokoh: Dalem Sabirudin

(Ayahanda Ny. R.A. Siti Bodedar)

Dalem Sabirudin atau Rd. Aria Wiratanu Datar IV adalah Bupati Cianjur yang ketiga. Pada masa kepemimpinannya ini, pembangunan pondok-pondok pesantren diseluruh wilayah Cianjur mulai dilakukan dan terus berkembang. Bukan saja didaerah perkotaan yang sudah mulai banyak penduduknya, namun juga hingga ke pelosok pedesaan.

Dari trah Dalem sabirudin pula, tidak sedikit melahirkan keturunan yang kemudian menjadi Bupati didaerah-daerah lain seputar wilayah tatar sunda. salah seorang putrinya yang cukup terkenal hingga saat ini adalah, Ny. R.A. Siti Bodedar.

Perempuan yang tidak pernah memiliki keturunan ini, konon banyak meninggalkan harta kekayaan yang berlimpah khususnya berupa tanah. Dan salah satu tanah wakaf yang berasal dari kekayaan Ny. R.A. Siti Bodedar adalah, yang saat ini dipergunakan untuk bangunan Mesjid Agung Cianjur.

Tanah-tanah harta kekayaan milik putri tunggal Rd. Aria Wiratanu Datar IV itu, konon pula kini masih banyak dan terserak dimana-mana. Namun tidak jelas lagi keberadaan maupun statusnya. Sebab tidak sedikit yang sudah berpindah tangan dan dikuasai pihak-pihak tertentu. Padahal statusnya merupakan tanah wakaf Ny. R.A. Siti Bodedar.

Dan yang cukup mengherankan, informasi mengenai keberadaan makamnya pun hingga saat ini masili simpang siur. Ada yang mengatakan makamnya terletak masih disekitar wilayah Kabupaten Cianjur, ada juga yang mengatakan terletak didaerah Priangan TImur. Namun kedua informasi tersebut tidak menjelaskan, dimana persisnya. Informasi tentang keberadaan makam Almarhumah Ny. R.A. Siti Bodedar tersebut, hingga saat masih belum jelas.

Tetapi nama Ny. R.A. Siti Bodedar, sejak beberapa tahun ini telah diabadikan menjadi nama sebuah jalan (Jalan Kaum d/h JI. Mesjid Agung atau JI. Guru H. lsa).

referensi: cianjurkab
Eyang Wasitadiredja

Eyang Wasitadiredja

Saparantosna Sri Baduga Maha Raja Prabu Siliwangi mangkat, kalungguhanana digentoskeun ku putrana nyaeta Prabu Sura Wisesa. Di Karaton Padjadjaran teu kantos kadangu deui aya lantuman lagu sareng dentin° kacapi, Ki Juru Pantun.

Raja Padjadjaran harita katawisna nuju sibuk pisan, mayunan perang sareng Karajaan Islam Demak dipingpin ku Rd. Fatah.

Namung sesa-sesa Seni Budaya Pantun nu diwariskeun ku Ki Nurul Tohidi, estu tos lengket dina manah rahayat Padjadjaran. Dugi ka rahayat Padjadjaran nu ngagem Agama Tauhid (Agama Islam), beuki dieu beuki nyeueuran bae.

Nurul Tohidi, hartosna ;

” Sinar atanapi Cahaya Tauhid “

Ti wangkid harita bentangan kawat Kacapi teh nambihan jumlahna, janten 9 bentangan. Maksadna mah panginten ngalambangkeun ku tos has/ –na para Wall, dina ngalaksanakeun syi’ar Islam ka rahayat Padjadjaran.

Nu ngawaris kasenian Pantun Ki Nurul Tohidi pamungkas, nyaeta Eyang Wasitaredja. (Makamna kiwari aya di wewengkon Pataruman, Cianjur). Anjeunna salah sawios rundayan Dalem Cikundul, Eyangna R.A.A. Kusumahningtat (Dalem Pancaniti) sakaligus guru senina.

Saupami urang rajin nengetan saleresna mah dongeng atanapi carios diluhur tadi teh, tos dijantenkeun rumpaka Dangdanggula ku Rd. Ece Madjid. Anjeunna ngarupikeun salah sawios Seniman Pandopo Kabupaten Cianjur oge Pujangga sareng Sastrawan, nalika Pamarentahan Bupati R.A.A. Prawiradiredja II (Taun 1868-1910 M).

Dandanggula

Wantu-wantu sindir mah sasindir

Wantu-wantu basana sabasa Ngan

beda nu kapi omong

Catur Ki Juru Pantun

Juru Pantun anu berbudi

Pantun ti Padjadjaran

Nu ti Kun Fayakun

Nyamos pieusieunana

Sindir hiji dimana waliwis mandi

Mandi di Pangguyangan

referensi: cianjurkab
Tokoh: Dalem Dicondre

Tokoh: Dalem Dicondre

Rd. Aria Wiratanu III atau Dalem Dicondre merupakan salah seorang Bupati Cianjur yang sangat berhasil dalam mengembangkan hasil bumi dan memperluas wilayah. Karena keberhasilannya itu pihak Belanda. merasa khawatir pengaruhya dimata rakyat pribuml berkurang, lalu berupaya menjatuhkan kedudukannya. Antara lain melalui politik Devide et Impera (Politik Adu Domba). Seperti halnya menghasut rakyat bangsa pribumi, seolah-olah ia merupakan pemimpin yang suka perempuan dan lain sebagainya.

Politik Adu Domba yang dilancarkan pihak penjajah itu terbukti cukup ampuh. Hingga seorang laki-laki berhasil menyusup ke Padaleman Cianjur, dan menyamar sebagai salah seorang pedagang sayur mayur yang ingin menemui Rd. Aria Wiratanu III. Namun setelah berhadapan langsung dengannya, laki-Iaki itu langsung mengeluarkan sebilah senjata sejenis konde/condre dan menikamkannya ke ulu hati Rd. Aria Wiratanu III. Bupati Cianjur ke-dua itu akhirnya tewas seketika. Sementara laki-laki yang menusuknya langsung kabur keluar pendopo kadaleman. Namun berhasil ditangkap para punggawa dan rakyat yang ada disekitar alun-alun. Saat itu juga tubuhnya langsung dicingcang beramai-ramai, hingga tewas mengenaskan.

Tidak lama kemudian tersiar khabar / isu yang bersumber dari pihak penjajah bahwa Bupati Cianjur telah tewas ditusuk seorang laki-laki. Dan Rd. Aria Wiratanu III diisukan telah merebut kekasih laki-Iaki itu yang bernama Apun Gencay (Tanpa ada kejelasan, siapa sebenarnya perempuan bernama Apun Gencay itu).

Hanya yang jelas nama baik Rd. Aria Wiratanu III menjadi sangat tercemar, hingga masyarakat kemudian menyebutnya Dalem Dicondre. (Bupati yang ditusuk oleh Condre sejenis konde). Padahal ia merupakan salah seorang Bupati yang sangat berhasil meningkatkan kesejahteraan warganya. Daerah Cianjur pun menjadi daerah penghasil tanaman kopi terbesar di Jawa Barat. Disamping tanamanan lainnya seperti coklat, karet dan lain sebagainya. Bahkan wilayah kekuasaannya terus berkembang hingga kedaerah Sukabumi, Bogor dan lain sebagainya. Dan yang pada akhirnya semakin membuat ketakutan pihak penjajah asing.

referensi: cianjurkab
Ayam Goreng Kharisma Cianjur

Ayam Goreng Kharisma Cianjur

Kembali ke cerita soal Kuliner Cianjur, bila diperhatikan untuk area Cianjur Kota jenis kuliner yang banyak menghiasi adalah segala olahan dari daging ayam, salahsatu yang terkenal dan tentunya enak adalah Ayam Goreng Kharisma. Terletak dijalan utama menuju kota cianjur dari arah pasirhayam, akses menuju kesana pun tidaklah sulit, bisa menggunakan angkot jalur 02B ataupun 03.

Gerobak

Tampilan sederhana dari warung makan ayam goreng ini tidak mengurangi niat cianjurview untuk mampir dan mencicipi hidangannya, sehingga dipesanlah dua porsi paha bawah dengan 2 tusuk sate rempela ati, karena saat berkunjung dijam sepi, bukan waktunya orang makan sehingga pesanan tidak perlu menunggu lama untuk segera siap tersaji dan mengharuskan kami segera menyantapnya selagi hangat.

Ayam Siap Goreng, sudah hampir habis euy

Pertama diicipi tentunya adalah ayam gorengnya, kelembutan tekstur daging ayam yang sudah dipresto dengan bumbu rempah khas ayam goreng kharisma ini sungguh menggugah selera ditambah sambal yang pedasnya sedang-sedang saja dan warung makan Cianjur khususnya dan Jawa Barat umumnya serasa kurang afdhol bila tidak ditemani oleh Lalapan dan tentunya nasi pulen khas Cianjurnya.

Menu Siap santap

Santapan seporsi ayam goreng ini tidak perlu waktu lama, dan tak terasa seporsi sudah ludes dan berpindah lokasi, kenikmatan tiada tara, oh iya walau menempati area yang tidak begitu luas, Rumah makan ini menyediakan tempat untuk sholat bagi para pengunjung yang kebetulan akan menunaikan ibadah sholat, cukup untuk seorang.

Mau?

Menurut sang mpunya, warung ini sudah buka sejak tahun 2006 ini sudah mengalami banyak pasang surut dalam usaha dan alhamdulillah masih bertahan hingga saat ini.

Musholla

Bila ada waktu dan kesempatan berwisata ke Cianjur, recommended sekali untuk mampir ke warung ini.

Informasi Warung :

  • Nama : Ayam Goreng Kharisma
  • Alamat : Jl. Raya Cianjur – Cikaret dekat pemakaman umum Sirnalaya.
  • Harga : 10.000 / porsi
referensi: cianjurview.com

 

The Story Cianjur Train Station

The Story Cianjur Train Station

Cerita dan Stasiun Kereta Cianjur

Stasiun Cianjur mempunyai ceritanya tersendiri, begitu pun untuk saya. Tak terasa. Kini saya masih mampu untuk mampir ke Stasiun ini. Dulu kala, saya yang masih “ingusan” belum cukup umur, karena masih sekolah dasar (SD) sudah belajar membantu ibu belanja kebutuhan warung kami ke Cianjur. Dari rumah (Gunung Manik) ke Cianjur tentunya naik kereta api. Dan tentunya kereta berhenti di stasiun kereta, Cianjur punya Stasiun Cianjur.

Begitu pun saat kereta “mogok” dan terpaksa tak ada angkutan favorit masyarakat ini. Stasiun Cianjur menjadi tempat mangkal mobil angkot yang membawa kami pulang pergi Gunung Manik – Cianjur. Hanya sekali dalam sehari.

View Stasiun Cianjur
Gedung Bioskop di Jalan Sinar, Seberang Stasiun Cianjur

Stasiun Cianjur terletak di Jalan Yulius Usman, Cianjur dan berhadap-hadapan dengan jalan wisata kuliner Sinar. Tempat ini berada strategis di pusat kota Cianjur. Dekat dengan jalan utama yang menghubungkan dengan Bandung, dekat pula dekat Pasar Bojong Meron.

Saat ini, di tahun 2012, Stasiun Cianjur hanya melayani rute Cianjur ke Bandung. Itupun hanya sekali dalam sehari dan tentunya dalam jadwal pagi ataupun sore. Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama, terutama tentang transportasi. Banyak sekali yang harus dibenahi.

Dulu, kereta dari Bandung bisa melayani sampai Sukabumi. Dikerakan terjadi hambatan di terowongan Lampegan yang longsor, maka jalur terputus dan hanya sampai Lampegan. Daerah Lampegan masih bagian dari Cianjur wilayah timur yang berbatasan dengan Cireunghas (Sukabumi).

Selain itu, saya ingat betul bagaimana suasana dalam keretanya. Warna kombinasi merah dan biru. Karena waktu yang terus berjalan, warna merah sang kereta memudar menjadikannya agak oranye. Begitu pun dengan posisi tempat duduknya, pada awalnya kursi saling berhadapan paralel, dua-dua. Untuk efisiensi, maka kursi seluruh gerbong menjadi seri melintang hanya di pinggir yang menjadikan ruang terbuka di tengah-tengah gerbong. Hal itu dikarenakan agar mampu memuat banyaknya penumpang dalam alat transportasi yang ekonomis ini.

Saya sempat merasakan fase tersebut. Sampai kereta hanya melayani rute Bandung – Cianjur seperti sekarang ini. Namun, stasiun Cianjur masih eksis meskipun tak seramai dulu.

Taman & Gudang Stasiun Cianjur
Angkot Melintas di Depan Stasiun Cianjur
Halaman Stasiun Cianjur yang sepi
Bagian Dalam Stasiun
Rel Kereta
Berpose di Depan Kantor Masinis Stasiun Cianjur
referensi: mylicarizki.us
Lontong Sinar, Khas Mang Aga Cianjur

Lontong Sinar, Khas Mang Aga Cianjur

Ketika saya masih menikmati udara Jogjakarta dengan Sepeda Motor Shogun Kebo biasanya pagi2 adalah berkunjung ke Lontong Padang depan Brimob Baciro, sepiring lontong padang 3500 perak lumayan memanjakan perut di pagi hari.

Kembali ke kampung halaman, di Cianjur ini juga terkenal minimal 2 jenis menu sarapan pagi yaitu : Bubur Ayam ( kalau diluar Cianjur disebutnya Bubur Ayam Cianjur ) dan Lontong.

Nah berbicara tentang lontong, ada warung lontong yang sudah sangat terkenal dan sudah lama buka lapak, yaitu Lontong Sinar Mang Aga. Saat ini sudah generasi anak yang meneruskan usaha Mang Aga yang sudah buka sejak tahun 1950-an, disebut Lontong Sinar karena kebetulan lokasi jualannya deket Bioskop Sinar (yg sudah pengsiun ) juga dekat dengan Stasiun Kereta Cianjur.

Lokasi Lontong Sinar ini sangat strategis karena berada dipusat jajanan dan kulinernya cianjur.

Sebenarnya tidak ada terlalu istimewa untuk hidangan ini, cuma yang saya suka adalah kuahnya yang kental2 dengan aroma rempah dan kacang yang kuat, dan isi dari lontong ini ya sederhana juga, yaitu Lontong, Tauge, Tahu dan Krupuk, jika suka bisa ditambah Kecap atau Sambal.

referensi: cianjurview.com

Misteri Gerbang Menhir Bergaris Gunung Padang

Misteri Gerbang Menhir Bergaris Gunung Padang

Di tiap teras, ada dua menhir berjajar, memiliki tiga garis horizontal

Tim ekskavasi Gunung Padang di Cianjur yang terdiri dari 15 orang di bawah koordinator arkeolog Ali Akbar hari ini berhasil menemukan beberapa batu tegak (menhir) yang diduga mengarah ke pintu masuk ke situs megalitikum ini.

“Pada batuan sekarang ditemukan seperti ada garis tegas horizontal yang berjumlah tiga garis, meskipun sudah roboh namun ini menjadi salah satu kunci utama teka teki,” kata Ali pada VIVAnews, Sabtu 23 Juni 2012.

Ia menambahkan ada kelainan pada temuan-temuan di jarak yang berbeda ini. Temuan sebelumnya batu bergaris ini berada di kedalaman tebing, sekitar 40 meter sejajar dengan teras ke tiga, yang di sekelilingnya masih ditutupi belukar.

Kuat dugaan menhir-menhir ini mengarah ke rongga yang berada di perut situs megalitik Gunung Padang, karena di teras bawahnya, yang berjarak 50 meter dari lokasi, yang sejajar dengan teras ke lima, ditemukan pula menhir berciri sama. Dua batu dengan tinggi satu meter lebih dan diameter sekitar 40 Cm ini berdiri sejajar dengan jarak sekitar dua meter. Ada garis yang sama di kedua batuan ini seperti batu bergaris yang ditemukan di teras di atasnya.

Batu berdiri ini diperkirakan sebagai pintu masuk dengan susunan tangga yang berada di bawahnya. Penemuan anak tangga pada punden berundak yang lebih kecil sisi timur gunung padang diperkuat lagi dengan temuan sumber mata air.

“Kami menemukan sumber mata air yang berjarak sekitar 200 meter ke bawah. Letaknya sejajar dengan tangga. Ini memperkuat bagian ini menjadi kesatuan dari struktur dan konstruksi Gunung Padang. Mata air mempertegas alur religi masyarakat purba terdahulu yang mengarah pada pemujaan di Gunung Padang,” kata arkeolog Universitas Indonesia itu.

Tim terus fokus mencari titik dan upaya membuka rongga yang diduga sebagai pintu masuk ke dalam perut Gunung Padang. Dari hasil pemindaian geolistrik dan georadar, kisah Pak Dadi, sang juru pelihara situs yang sempat masuk ke sebuah rongga mirip goa, terkonfirmasi.

“Saat ini kondisi tanah di sekitar gunung padang dalam kondisi labil. Selain itu, pelapukan bebatuan yang menjadi konstruksi Gunung Padang menjadi pertimbangan. Ini yang menghambat tim untuk melakukan ekskavasi. Beberapa temuan georadar dan kisah Pak Dadi sudah tertimbun longsoran hingga kedalaman antara empat sampai lima meter,” kata Ali.

Namun tim tetap melakukan pencarian. Tim arkeologi bekerja menyebar secara berkelompok. Tiap tim terdiri antar 3-5 orang. Mereka melakukan ekskavasi di berbagai titik berbeda dengan menggunakan, cangkul, kuas sikat dan berbagai alat lainnya.

referensi: vivanews
Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas (Cibodas Botanical Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Pacet, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17 – 27 derajat Celcius.

Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.

Fasilitas

Berbagai fasilitas tersedia di kawasan Cibodas, mulai dari lapangan parkir yang luas untuk menampung puluhan kendaraan roda empat maupun bus, ruang informasi yang dilengkapi dokumentasi Wana Wisata Cibodas, areal bermain anak-anak, mushola, MCK umum, shelter, pendopo, teater alam terbuka, dan camping ground seluas 3 hektar yang dapat menampung 200 tenda.

Kebun Raya Cibodas berdekatan dengan beberapa tempat wisata lainnya. Bersebelahan dengan Kebun Raya Cibodas terdapat Bumi Perkemahan Mandala Kitri yang dikelola oleh Pramuka. Tersedia juga lapangan golf, Bandung Asri Mulya.

Di bumi perkemahan Mandalawangi yang dikelola oleh Perum Pehutani tampak sebuah patung dinosaurus, yang memberikan gambaran atau peringatan agar kelestarian hutan ini janganlah sampai musnah seperti binatang purba yang tinggal sejarah tersebut.

Disamping itu, Kebun Raya Cibodas juga berdekatan dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP)

Tumbuhan koleksi

Kebun Raya Cibodas (KRC) dimaksudkan sebagai tempat koleksi ex situ (di luar habitat) bagi tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi. Termasuk dalam koleksinya adalah berbagai jenis pohon besar yang dilindungi seperti tusam dan tumbuhan runjung, tumbuhan paku pegunungan, hutan kaliandra, hutan alam dan terdapat pua air terjun. Dari pintu masuk ke lokasi air terjun berjarak 750 meter.

Taman Lumut Cibodas

Koleksi yang paling khas dari KRC adalah Taman Lumut Cibodas yang memiliki 216 jenis lumut dan lumut hati dari berbagai sudut Indonesia dan dunia. Dengan luas 2500m persegi, taman ini diklaim sebagai satu-satunya di dunia yang terletak di luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak.

Rute Pencapaian

Untuk mencapainya, dari Cipanas lewat Simpang Tiga Paregrejen sejauh 5 km. Dari Jakarta, Bogor, dan Bandung dapat mempergunakan roda dua dan empat, bus besar dapat masuk ke dalam kawasan ini. Bila menggunakan bus atau colt turunlah di pertigaan Cibodas, langsung menggunakan angkutan umum rute Cipanas-Rarahan, sampai di Balai Taman Nasional Gede-Pangrango, selanjutnya tinggal berjalan kaki menuju Kebun Raya.

Dari simpang tiga (Simpang Paragajen) menuju Cibodas, di kiri kanan jalan dijual berbagai tanaman hias khusus daerah pegunungan yang sangat indah, warna-warni dan beraneka ragam jenisnya.

TIKET MASUK

  • Berdasarkan PP. No. 75 Tahun 2007, terhitung mulai 1 Januari 2008 Tiket masuk Kebun Raya Cibodas:
  • Dewasa dan Anak-anak : Rp 6.000
  • Mobil : Rp 15.500
  • Motor : Rp 2.500

referensi: wikipedia, puncakview

Daftar Objek Wisata Cianjur

Daftar Objek Wisata Cianjur

Cianjur merupakan sebuah kabupaten yang berada di Jawa Barat. Kabupaten Cianjur ini berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta di utara, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut di timur, Samudra Hindia di selatan, dan Kabupaten Sukabumi di barat.

Berikut dibawah ini adalah beberapa objek wisata Cianjur atau tempat rekreasi di Cianjur yang mungkin bisa anda kunjungi ketika waktu berlibur anda bersama keluarga tiba.

Istana Cipanas

Tempat wisata Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede, 103 km dari Jakarta. Dibangun pada 1742 oleh Gubernur Jendral Gustaaf William Baron Van Imhoff, dengan luas area 26 ha, dan luas bangunan 8000 m2.

Pantai Apra

Tempat wisata Pantai Apra Cianjur ini terletak di Kecamatan Sindang Barang, Cianjur Selatan, di sebelah selatan kota Sindang Barang, sekitar 300 meter dari alun-alun Sindang Barang.

Air Jangari

Wisata Air Jangari berada di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, sekitar 17 Km dari Kota Cianjur, yang berada pada genangan waduk Cirata.

Pantai Jayanti

Objek wisata Pantai Jayanti terletak di Desa Cidamar, Cidaun, 139 Km dari Kota Cianjur, berdampingan dengan Cagar Alam Bojonglarang, ditempuh melalui jalur Cianjur – Sindangbarang – Cidaun. Di Terminal Pasirhayam, Cianjur, ada angkutan umum ke Cidaun (4 jam). Dari Cidaun naik ojek ke Pantai Jayanti (8 km).

Wana Wisata Mandalawangi

wisata Wana Wisata Mandalawangi memiliki luas sekitar 39,5 ha di Desa Rarahan, Kecamatan Pacet, 25 km dari Kota Cianjur, dengan ketinggian 1000 m dpl dan suhu udara rata-rata 18 – 20 C, dengan koleksi bermacam flora dan fauna.

Situs Megalitik Gunung Padang

wisata Situs Megalitik Gunung Padang terletak di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, 50 km dari Kota Cianjur berupa situs megalitik asli berbentuk punden berundak lima dengan ukuran berbeda-beda, terbesar di Asia Tenggara.

Mesjid Agung

Tempat wisata Mesjid Agung Cianjur ini didirikan pada tahun 1810 di atas tanah wakaf Ny. Raden Bodedar binti Kangjeng Dalem Sabiruddin, Bupati Cianjur ke – 4, memadukan gaya masjid tempo dulu dengan gaya arsitektur modern.

Perkebunan Teh Gedeh

Perkebunan Teh Gedeh Cianjur ini merupakan salahsatu dari beberapa tempat berlibur yang ada di Cianjur ,Jawa Barat,Dimana tempat rekreasi ini berada di perkebunan teh PTP Nusantara VIII, salah satu kebun teh tertua di Pulau Jawa, 7,2 Km dari Jalan Raya Cipanas-Cianjur. Ada Camping Ground dan Guesthouse. Untuk reservasi: 0263-261724. GPS: S6.79851 E107.04196 (navigasi.net).

Perkebunan Teh Panyairan

Tempat berlibur Perkebunan Teh Panyairan ini terletak di Jl. Raya Campaka, Kecamatan Campaka dan Sukanagara, 35 km dari Kota Cianjur, penghasil Teh Hitam CTC milik PTP Nusantara VIII yang luasnya mencapai 1.000 ha, dengan ketinggian rata-rata 800-1100 dpl.

Taman Bunga Nusantara

wisata Taman Bunga Nusantara adalah tempat wisata bertema tamaN Bungan yang memiliki luas sekitar 35 ha di Jl. Mariawati Km. 7 Desa Kawung Luwuk, Cipanas, Cianjur, dengan ragam koleksi bunga tropis lokal maupun dari mancanegara, dicapai dengan melewati Puncak Pass, belok kiri ke arah Perumahan Kota Bunga, sejauh 9 km.

Arena Fantasi Kota Bunga Cipanas

wisata Arena Fantasi Kota Bunga terdapat di Villa Kota Bunga, Puncak Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Cianjur, berupa arena bermain anak & keluarga.

Danau Sejuta Pesona

objek wisata bertema danau ini terletak di Kota Bunga, dengan berbagai macam permainan seperti castle, bumper boat, bumper car, gurita, mandi bola, magic ring, welly the whale, fantasy walk, the wild west, venture river, live music dan fun game.

Curug Citambur

wisata Arena Fantasi Taman Bunga terletak di Kecamatan Pagelaran, 65 Km dari Kota Cianjur, dengan ketinggian curug mencapai 40 meter.

Danau Leuwi Soro

Okjek Wisata Arena Fantasi Taman Bunga berada di Kecamatan Pagelaran, sekitar 65 Km dari Kota Cianjur.

Kerajinan Kuningan Lampu

Kerajinan Kuningan Lampu berada di Kampung Gentur, Desa Lambudipa, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Lentera Gentur dibuat dari kuningan dan bahan kaca berwarna dengan desain yang artistik.

Gunung Gede

Tempat wisata Gunung Gede ini sangat cocok untuk dijadikan tujuan treking dan berkemah . Dari puncak Gunung Gede bisa melihat Kota Cipanas, Sukabumi, Bogor, dan Cianjur. Pintu gerbang bagi para pendaki ada di Kebun Raya Cibodas.

Kebun Raya Cibodas

Tempat Wisata Kebun Raya Cibodas terletak di Jl. Kebun Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, dengan area seluas 125 ha dan ribuan koleksi tanaman kebun, anggrek, kaktus, paku-pakuan, sukulen, lumut, dan tanaman Obat; ada Air Terjun Cismun.

Kerajinan Keramik

Wisata Cianjur di Kecamatan Ciranjang di satu sentra produksi dan satu unit usaha oleh beberapa orang pengrajin.

Makam Dalem Cikundul

Tempat Wisata Makam Dalem Cikundul terletak di Bukit Cijagang, Kampung Majalaya, Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, 17 km dari Kota Cianjur, dengan luas 300 m2 di atas sebuah bukit dengan mendaki 200 anak tangga.

referensi: tempatwisataku.com
Vino Baby Shop

Vino Baby Shop

Lagi bingung mencari toko perlengkapan bayi yang bagus dan berkualitas, namun memiliki harga yang sangar bersahabat? Gak perlu susah-susah dan gak perlu pergi jauh-jauh. Vino Baby Shop merupakan salah satu toko perlengkapan bayi terlengkap di Cianjur.

Gerai perlengkapan si buah hati yang berlokasi di Jalan Raya Rumah Sakit Ruko Block A No 4 ini menyediakan pakaian dan perlengkapan bayi secara lengkap. Di antaranya kasur, stoler, spray baby, dan berbagai perlengkapan lainnya. Semua produk ditawarkan dengan harga grosir.

“Kami menyediakan perlengkapan balita. Selain dengan harga grosir, kita juga memberikan diskon sebesar 2% hingga 4%, serta program diskon lainnya,“ ujar Yulia Susanti, pemilik toko Vino Baby Shop, saat ditemui Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Untuk produk susu, Vino Baby Shop menyediakan berbagai susu bayi berkualitas. Di antaranya susu S26 yang berfungsi untuk pertumbuhan tulang, susu Morinaya untuk kecerdasan otak, susu Naw unukt susu alergi, serta produk susu berkualitas lainnya.

Produk-produk bayi dari usia 0 hingga 5 tahun di antaranya perlengkapan mandi, berbagai aksesoris lucu bayi, baju, topi, sepatu, roda, peralatan makan, serta berbagai produk bayi lainnya, ditawarkan dengan harga Rp2 ribu hingga Rp800 ribu.

Salah satu keunggulan Vino Baby Shop yakni produk-produk yang terpajang di gerainya belum tentu ada di toko-toko lain. Pasalnya, sebagian produk dicari melalui internet.

“Untuk mainan, kami mendatangkan produk impor dari Cina dengan lisensi Amerika,“ ungkapnya.

Tak hanya itu, Vino Baby Shop pun menyediakan berbagai alat Bantu bagi bayi seperti peralatan untuk belajar berjalan, peralatan makanan seperti steril dot, serta berbagai alat bantu lainnya.

Sedangkan untuk memanjakan para konsumennya, Vino Baby Shop melayani jasa pemesanan tergantung keinginan konsumen. “Kami juga melayani sistem antar jemput barang. Untuk wilayah Cianjur, semua free charge,“ pungkasnya.

referensi: cianjurexpress