Hari Jadi Cianjur

Hari Jadi Cianjur

Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber – sumber tertulis , sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kuku-kunya di tanah nusantara.Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.

Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya.

Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru di pinggir sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampoung mereka dinamakan menurut menurut nama sungai dimana pemukiman itu berada. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Agama Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk agama Hindu.

Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).

Dalem / Bupati Cianjur dari masa ke masa

  • 1. R.A. Wira Tanu I (1677-1691)
  • 2. R.A. Wira Tanu II (1691-1707)
  • 3. R.A. Wira Tanu III (1707-1727)
  • 4. R.A. Wira Tanu Datar IV (1927-1761)
  • 5. R.A. Wira Tanu Datar V (1761-1776)
  • 6. R.A. Wira Tanu Datar VI (1776-1813)
  • 7. R.A.A. Prawiradiredja I (1813-1833)
  • 8. R. Tumenggung Wiranagara (1833-1834)
  • 9. R.A.A. Kusumahningrat (Dalem Pancaniti) (1834-1862)
  • 10. R.A.A. Prawiradiredja II (1862-1910)
  • 11. R. Demang Nata Kusumah (1910-1912)
  • 12. R.A.A. Wiaratanatakusumah (1912-1920)
  • 13. R.A.A. Suriadiningrat (1920-1932)
  • 14. R. Sunarya (1932-1934)
  • 15. R.A.A. Suria Nata Atmadja (1934-1943)
  • 16. R. Adiwikarta (1943-1945)
  • 17. R. Yasin Partadiredja (1945-1945)
  • 18. R. Iyok Mohamad Sirodj (1945-1946)
  • 19. R. Abas Wilagasomantri (1946-1948)
  • 20. R. Ateng Sanusi Natawiyoga (1948-1950)
  • 21. R. Ahmad Suriadikusumah (1950-1952)
  • 22. R. Akhyad Penna (1952-1956)
  • 23. R. Holland Sukmadiningrat (1956-1957)
  • 24. R. Muryani Nataatmadja (1957-1959)
  • 25. R. Asep Adung Purawidjaja (1959-1966)
  • 26. Letkol R. Rakhmat (1966-1966)
  • 27. Letkol Sarmada (1966-1969)
  • 28. R. Gadjali Gandawidura (1969-1970)
  • 29. Drs. H. Ahmad Endang (1970-1978)
  • 30. Ir. H. Adjat Sudrajat Sudirahdja (1978-1983)
  • 31. Ir. H. Arifin Yoesoef (1983-1988)
  • 32. Drs. H. Eddi Soekardi (1988-1996)
  • 33. Drs. H. Harkat Handiamihardja (1996-2001)
  • 34. Ir. H. Wasidi Swastomo, Msi (2001-2006)
  • 35. Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2006-2011)
  • 36. Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2011-2016)

Wakil Bupati Cianjur dari masa ke masa

  • 1. Drs. H.A. Zaenal Asyikin (1996 – 2001)
  • 2. H. Dadang Rachmat, S.E., M.Si (2001 – 2006)
  • 3. DR. H. Dadang Sufianto, Drs, M.M (2006 – 2011)
  • 4. Dr. H. Suranto. M.M (2011 – 2016)
referensi: cianjurkab
Tokoh: Dalem Cikundul

Tokoh: Dalem Cikundul

Tidak sedikit masyarakat mengira bahwa Rd. Jaya­sasana atau R.A. Wiratanu I adalah Bupati Cianjur yang pertama. Padahal Rd. Jayasasana adalah seorang figur pemimpin yang diangkat oleh para pimpinan rakyat lainnya yang ada di seluruh wilayah Nagri Cianjur pada saat itu. Dan di­anugerahi gelar Raja Gagang. Peristiwa pengangkatan Rd. Jayasasana menjadi Pemimpin Cianjur tersebut, berlangsung dalam sebuah acara silaturahmi / pemilihan diantara para pimpinan rakyat itu secara tradisional. Artinya bukan melalui sebuah Surat Keputusan secara resmi dari pihak manapun. Tetapi benar-benar murni atas kehendak para peserta silaturahmi saat itu, yang terdiri dari para tokoh pimpinan masyarakat dari daerah lainnya diseluruh wilayah Cianjur. Rd. Jayasasana juga merupakan seorang figur Ulama besar yang sangat disegani, hingga memperoleh julukan Dalem Cikundul. karena keberadaannya di Kp. Majalaya Cijagang cikalongkulon, terletak di pinggir Sungai Cikundul.

Dalem Cikundul merupakan salah satu dari keturunan Prabu Siliwangi. Bermula dari Kerajaan Talaga Manggung, Majalengka. Salah seorang keturunan Prabu Siliwangi kini Prabu Pucuk Umum, memiliki putra bernama Sunan Parunggangsa. Putra keturunannya adalah Sunan Wanapri, yang lalu berputra lagi Sunan Ciburang.

Sunan Ciburang berputra Rd. Aria Wangsa Goparana, yang mulai memeluk Agama Islam. Karena menganut agama Islam itu pula membuat Sunan Ciburang selaku ayahnya kecewa. Dan untuk menghindari kemarahan ayahnya, Rd. Aria Wangsa Goparana akhirnya lebih memilih pindah ke Sagara (Sagala) Herang. Makamnya sekarang terletak di Kp. Nangka Beurit, Sagara Herang kabupaten Subang.

Salah seorang putra Rd. Aria Wangsa Goparana adalah Rd Jayasasana, yang mendapat tugas dari ayahnya serta dari salah satu Pesantren (Sultan) di Gunung Jati Cirebon untuk menyebarkan Agama Islam. Namun sebelum berkelana guna melaksanakan tugas itu, Rd. Jayasasana lelakukan khalwat terlebih dahulu untuk memohon Petunjuk Allah SWT. Kegiatan itu dilakukannya selama lebih kurang 40 (empat puluh hari), diatas sebuah batu yang cukup besar yang disebut Tutugan Batu Agung.

Ketika menjelang malam yang keempat puluh hari, alam khayalan Rd. Jayasasana telah kedatangan tiga putri jin. Masing-masing yang pertama bernama Dewi Arum Endah, kedua Dewi Arum Sari dan putri yang ketiga, Dewi Arum Wangi. Namun ternyata dari ketiga nama putri jin tersebut, sebenarnya hanya namanya saja yang tiga, sedangkan putrid jinnya hanya satu.

Putri Raja Jin Islam Sekh Jubaedi dari kerajaan Jin Ajrag tersebut, terpesona oleh paras muka dan keteguhan hati Rd. Jayasasana yang tengah menyelesaikan khalwatnya. Bahkan dari kejauhan nampak seperti memancarkan cahaya terang, hingga hampir seluruh wilayah itu menjadi terang benderang.

Syahdan kemudian, Rd. Jayasasana menikahi putri jin tersebut dan berumah tangga di alam jin, sampai mempunyai 3 orang anak. Ketika bayi-bayi itu lahir, ayahanda putri jin tersebut sempat berujar. Bahwa ketiga bayi yang baru lahir itu, tidak diperkenankan ditidurkan diatas ayunan atau diayun-ayun.

Namun entah bagaimana awalnya, larangan dari Raja Jin tersebut dilanggar. Akibatnya ketiga bayi tersebut menghilang seketika (sunda ; tilem). Bayi yang pertama bernama Rd. Suryakencana, hingga saat ini mendiami (ngageugeuh) di Gunung Gede. Lalu yang kedua bernama Raden Ajeng Endang Sukaesih, saat ini ngageugeuh di Gunung Cereme, Cirebon. Dan bayi ketiga bernama Raden Andaka Wirusajagat, ngageugeuh di Gunung Kumbang Karawang.

Setetah terjadinya peristiwa itu, Rd. Jayasasana berpamitan dan kembali ke alam manusia. Selanjutnya pergi berkelana, untuk melaksanakan amanat/tugas menyebarkan Agama Islam. Keberangkatan Rd. Jayasasana diiringi oleh sedikitnya 300 umpi rakyat Sagara Herang, yang kemudian sampai di wilayah Majalaya Cijagang, Cikalongkulon Cianjur, untuk selanjutnya bermukim di daerah itu.

Kecerdasan dan sikapnya yang arif bijaksana, membuatnya segera dikenal cukup luas oleh warga masyarakat di daerah-daerah lainnya yang ada disekitar Cianjur. Namanya terus mewangi mengharumkan parahyangan, sambil terus menyebarkan Agama Islam. Kesejahteraan warga masyarakatnya pun terus meningkat.

Hingga akhirnya Sultan Cirebon memberinya gelar R.A. Wiratanu I. Disamping mendapat julukan Dalem Cikundul dari masyarakat yang sangat mencintai dan dicintainya, pemimpin pertama diseluruh Nagri Cianjur saat itu atau Bupati pilihan rakyat dan mendapat sebutan Dalem Mandiri.

Rd.Jayasasana, menjadi Dalem mulai Tahun 1640 hingga tahun 1691.

referensi: cianjurkab
Dishubkominfo Cianjur Gelar Program KPU Dan USO

Dishubkominfo Cianjur Gelar Program KPU Dan USO

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Cianjur, Jawa Barat, Rabu, menggelar sosialisasi dan publikasi program Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) dan Universal Service Obligation (USO).

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Cianjur, Aban Subandi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi program pemerintah yang berkaitan dengan aplikasi internet, khususnya yang dilaksanakan Kementerian Kominfo.

“Program yang kami lakukan merupakan pelaksanaan dari program pusat, dalam rangka penyediaan jasa akses telekomunikasi dan informatika,” katanya.

Dia menambahkan, ada tiga prinsip dalam penyediaan KPU dan USO, yaitu menyediakan jasa, terjangkau dan berkesinambungan, melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

“Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyediakan M-PLIK (Mobil-Pusat Layanan Internet Kecamatan). M-PLIK merupakan program KPU dan USO berupa penyediaan infrastruktur dan layanan internet yang bersifat bergerak (mobil internet) di kecamatan seluruh Indonesia,” paparnya.

Dia menjelaskan, M-PLIK merupakan kendaraan roda empat yang dimodifikasi khusus dan setiap unitnya memiliki perangkat satelit VSAT, 6 unit laptop dan notebook, 1 unit server, Sistem Operasi dan OS sertaa aplikasi, router, switch hub 8 port, wireless acces point, UPS dan genset.

Selain itu dilengkapi LCD TV dan Home Theatre, Global Positioning System (GPS) dan rambu penunjuk lokasi fasilitas M-PLIK. Lokasi operasional M-PLIK adalah tempat publik yang strategis, berada atau dekat dengan aktivitas masyarakat seperti sekolah, perpustakaan, kantor desa, puskesmas dan kantor pemerintahan.

Selain program M-PLIK, tambah dia, terdapat program Desa Berdering USO, yang merupakan program pengadaan perangkat telekomunikasi dan informasi berupa pesawat telpon (FWT) dan satelit (VSAT) serta program USO-PLIK (Universal Service Obligation-Pusat Layanan Internet Kecamatan).

“Program Pinter ini merupakan proyek pengadaan layanan internet di berbagai kecamatan dan ditempatkan di lokasi yang strategis sehingga mudah diakses. Kemudian juga terdapat program WIFI USO yang merupakan jasa pembangunan hotspot WIFI disetiap kabupaten untuk memberikan akses internet gratis dengan sistem registrasi,” katanya. ***3***

Fikri

referensi: antarajawabarat
Lapangan Badak Putih Cianjur

Lapangan Badak Putih Cianjur

Tidak jauh dari Jalan Siliwangi tepatnya Jl. Slamet Riyadi, Lapangan Badak Putih ini mudah ditemukan. Selain lokasinya yang berada di daerah Kota Cianjur ini, juga tempat berkumpulnya beberapa Kantor seperti KONI Cianjur dan Perpustakaan Daerah. Dari arah Taman Olah Raga Prawatasari pun cukup mudah ditempuh dengan berjalan kaki.

Lapangan ini selain sebagai pusat kegiatan olah raga, juga tidak jarang digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang lain seperti kegiatan masyarakat maupun pemerintah daerah.

Kegiatan Peringatan Hari Jadi Cianjur sering dilaksanakan di lapangan ini, selain itu kegiatan Olah Raga terutama sepak bola juga sering memilih Badak Putih sebagai tempatnya. Memang lapangan yang cukup luas ini bisa dibilang memadai untuk kegiatan-kegiatan seperti pertandingan Sepak Bola persahabatan, atau hanya sekedar latihan yang sering dilakukan oleh masyarakat Cianjur.

Yusup Bahtiar atau Atep yang namanya sering kita dengan di Tim Persibnya pun pernah menjadikan Lapang Badak Putih ini sebagai tempat untuk kegiatan latihan bersama tim Sepak Bola Cianjur.

Beberapa perbaikan pun membuat Lapangan ini semakin rapi dan layak untuk menjadi kebangaan warga Cianjur. diperoleh dari cianjurkab.go.id anggaran (tahun anggaran 2007) untuk Penyempurnaan lapangan bola Badak Putih dengan total 942.161.000,00 meliputi 3 komponen sebagai berikut :

  1. Tersedianya bangunan Secretariat perkesit 250 m2
  2. Tersedianya lampu penerangan lapang sepak bola Badak Putih 3600 watt
  3. Tertatanya pintu gerbang masuk ke lapangan Badak Putih 1 unit

Terakhir informasi ini disampaikan, disamping Lapang Badak Putih (Samping PKBM Cianjur) sedang ada pekerjaan renovasi.

referensi: cianjurcybercity
Mengenal SMK Broadcast Al-I’anah Cianjur

Mengenal SMK Broadcast Al-I’anah Cianjur

Televisi Cianjur atau TV Cianjur mungkin bagi warga yang berada di wilayah Kota Cianjur dan sekitarnya pernah terlintas tayangan tv lokal di televisi sudah tidak asing lagi. Banyak yang belum tahu mengenai TV Cianjur, hal ini dikarenakan kurangnya informasi yang terpublikasi ke masyarakat.

SMK Al-I’anah Cianjur, SMK yang membuka Program Keahlian Teknik Penyiaran inilah yang membroadcast TV Cianjur dan Broadcast Radio 107.9 FM yang beralamat di Ny. Raden Siti Bodedar No.42, CIANJUR.

Team Pengajar SMK ini berasal dari Tenaga Pengajar Berkompetensi, Lulusan Lembaga Penyiar, Lulusan Lembaga Pertelevisian dan Lulusan Fikom.

Selain itu SMK Al-I’anah juga memiliki bidang-bidang Pengembangan Diri diantaranya Bidang Jurnalistik, Bidang Editing, Bidang Rekayasa Photo, Bidang Animasi, Bidang Desain Grafis, Bidang Teknik Radio, Bidang Bahasa Arab dan Bidang Tahfidq Qur’an.

Berikut informasi selengkapnya yang diperoleh dari blog SMK Al-I’anah Cianjur :

Dalam Rangka turut serta mensukseskan program pemerintah khusunya dibidang pendidikan serta penggalian dakwah sesuai dengan visi dan misi SMK AL-I’ANAH untuk menghasilkan tamatan yang terampil dalam bidang teknik penyiaran Radio, Televisi, dan Pembuatan Film juga menghasilkan tamatan sebagai calon entrepreneur yang berakhlakul karimah serta mengembangkan SMK Al-I’ANAH sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

SMK AL-I’ANAH dengan menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang dipadu selaras dengan kurikulum khas (Muatan Lokal) serta penyampaian materi yang sistematis dan mudah dimengerti oleh siswa – siswi SMK AL-I’ANAH merupakan sekolah yang memiliki sistem dan beretos kerja tinggi serta memenuhi kebutuhan tenaga teknisi yang terampil di bidang produksi siaran Radio, Televisi, dan Pembuatan Film.

Program Keahlian (TEKNIK PENYIARAN)

1. Penyiaran Radio

  • Penyiar,
  • Operator,
  • Programmer,
  • Editor, Scriptwriter,
  • Marketing

2. Penyiar Televisi

  • Presenter,
  • Cameraman,
  • Programmer,
  • Editor,
  • Penata Artistik,
  • Penata Rias,
  • Penata Musik,
  • Operator

3. Produksi Film

  • Sutradara,
  • Cameramen,
  • Penulis Scenario

Kontak

Jl. Nyi Raden Siti Bodedar No. 42 Kaum Cianjur 43211 Telp. (0263) 261170
Email : broadcast_cianjur@yahoo.co.id
smk_broadcast@yahoo.com
Website : sbalianahcianjur.blogspot.com

referensi: cianjurcybercity
Radio RAMA 99.4 FM Cianjur

Radio RAMA 99.4 FM Cianjur

Selama ini kita mungkin sering dengar diangkot, dirumah atau ditempat-tempat keramaian nama Station Radio Rama FM.  Station Radio FM dengan G’Boy Mania-nya ini beralamat di Jl. KH Abdullah in Nuh No. 99. Lokasinya dari bypass (bandung/puncak) ke Sukabumi persis setelah Pom Bensin (Kanan) dan dari arah Sukabumi terletak sebelah kanan sebelum Pom Bensin. Tampak jelas dengan adanya sebuah tower dan pemancar FM dan tulisan RAMA 99.4 FM CIANJUR.

Musik Dangdut  yang mendominasi musik diradio ini cukup menarik perhatian masyarakat Cianjur meskipun masih terdapat beberapa jenis musik lain seperti Pop Sunda, Pop Indonesia bahkan sampai lagu India.

Kegiatan yang pernah dilaksanakan yakni  MEGA EVENT BODREX diselenggarakan di kota Cianjur pada 12 Agustus 2007 bertempat di Mayofield Cianjur. Beragam hiburan dihadirkan, dengan bintang utama icon BODREX, artis sekaligus juga anggota dewan yang kini telah menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, DEDE YUSUF.

Sebanyak 7.500 peserta mendaftarkan dirinya ke Rama FM Cianjur sebagai penyelenggara. Berbagai door prize diperoleh dengan hadiah utamanya adalah 1 paket ibadah umroh ke Tanah suci.

Lebih detil tentang Radio Rama FM, berikut di kutip 3cCOM dari www.ramafm.com (21/01/2009) :

Nama Badan Hukum :  PT. RADIO RAMA SWARA NIAGA

Nama di Udara : RAMA FM
Penanggung Jawab : Herman Suryana
Frekwensi : 99,4 FM
Call sign : PM3F fxl
Alamat : jl. KH Abdullah in Nuh No. 99  Bandung 40235

No. telp (Line 1) : (0263) 5011.774 ,  (Line 2) 503.5003, Fax : (0266) 226077
Website : www.ramafm.com
Slogan Radio : G’Boy Mania
Contact Person : Linda M Sadikin / Jeni Suryana
Jangkauan Siaran : Kabupaten Cianjur dan sekitarnya
Format Siaran :

  1. Hiburan 45%
  2. Informasi 35%
  3. Pendidikan 20%

Format Siaran Kata : Indonesia – Sunda
Format Musik :

  1. Pop Dangdut 60%
  2. Pop Sunda  20%
  3. Pop Indonesia 15%
  4. India 5%

Program

  • 06.00-08.00    Kopi Dangdut Rama
  • 08.00-10.00   Geboy Pagi Rama
  • 10.00-12.00   Pop Rama
  • 12.00-14.00   Geboy Dangdut Rama
  • 14.00-16.00   Tatar Sunda Rama
  • 16.00-18.00   Goyang Sore-sore
  • 18.00-20.00   Dendang Persada Rama
  • 20.00-22.00   Serba Dangdut Rama
  • 22.00-24.00   Geboy Senggol Malam Rama
referensi: cianjurcybercity
Komunitas BMX Cianjur Menjamur

Komunitas BMX Cianjur Menjamur

Komunitas yang sempat booming di tahun 90-an, kini mulai kembali menunjukkan geliatnya. Komunitas Bycicle Maniac Extreme (BMX) sangat diminati generasi muda di Cianjur. Di Cianjur, komunitas ini kembali menunjukkan eksistensi setelah sempat vakum pada tahun 2003. Gita (27) yang merupakan inisiator komunitas ini menyatakan, kegiatan ini mulai kembali diminati para kaula muda karena imej keren yang ditimbulkan saat beratraksi.

“Kita sempat vakum pada tahun 2003, tapi mulai kembali aktif di tahun sekarang ini. Karena kegiatan ini, mulai kembali diminati oleh anak-anak muda,” ujarnya. Selain mendapatkan imej keren, kegiatan ini juga bisa meningkatkan daya kreasi anak muda. Karena gerak-gerakan BMX terbuka dengan inovasi dan kreatifitas.

Inilah yang menjadi penyebab mengapa kegiatan ini kembali booming. “Mungkin yang diminati dari kegiatan ini adalah. Di sini kita bisa mengasah kemampuan serta kreatifitas kita sebagai anak muda. Tentunya, hal-hal tersebut menjadi tantangan yang menarik bagi anak-anak muda sekarang,” terangnya.

Saat ini, komunitas BMX Cianjur telah memiliki puluhan anggota. Mereka juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik itu tingkat kabupaten maupun provinsi. “Kita berharap yang terbaik bisa kita raih. Walaupun vakum setelah sekian lama, tapi masing-masing dari pribadi kami selalu menyempatkan diri untuk latihan. Oleh karenanya, ketika ada acara perlombaan kita sudah siap,” pungkasnya.(rp17)

referensi: radarcianjur

Nasi Tim Cipanas Yang Sudah Melegenda

Nasi Tim Cipanas Yang Sudah Melegenda

Puncak kadang bukan jadi destinasi liburan yah tapi cuma jalan lewat doank, seperti yang kemarin kami alami saat stress ngeliat tol Jakarta-Bandung macetnya lebih dari 9km waks! Akhirnya kami pulang dari Bogor ke Bandung melalui Puncak (boong banget padahal udah direncanakan supaya bisa mampir wisata kuliner di Puncak wakkakak)

Rumah Makan Kalimantan di Cipanas

Jadi ini adalah restoran yang dincar untuk wisata kuliner Puncak.. selain salah satu dari kami sudah pernah direferensikan dan nyoba makanan di sana, restoran ini emang udah terkenal banget dari dulu dari nyokap kecil! can u imagine 😀

suasana interior nya homy banget

Dan pas liat si om tantenya yang jual jadi percaya deh gw kalo restoran ini emang udah lama banget ada 😀

Mungkin ga semua orang tau nama restorannya tapi mungkin orang tau dengan kata kunci ‘nasi tim enak di Cipanas’ jadi memang restoran bernama Kalimantan ini terkenal banget dengan nasi tim nya yang enak.. selain berbagai macam Chinese Food lainnya yang juga sedap!

menu Chinese Food nya beragam

Letaknya kalo dari arah Jakarta/Bogor di sebelah kiri, kalo dari Bandung yang di sebelah kanan.. restorannya ga terlalu besar tapi rame terus dan bersih, bagian dalamnya juga bernuansa kayu nyaman banget 🙂 dengan banyak lukisan-lukisan jadulnya yang dulunya pasti berwarna sekarang udah tinggal monokrom warna biru wakakka…

Anyway soal makanannya terbukti benar, tanpa babibu langsung pesen nasi tim nya.. o ya porsinya gede banget lho sebaiknya 1 porsi di makan ber2.. nasi tim nya memang gurihnya beda dengan yang sering dicoba.. nasinya juga lembut hangat dan wangi.. daging ayamnya berupa ayam potong yang direbus.. disembunyikan di dalam bongkahan batu besar nasi 😀 plus kuahnya yang enak 🙂 emang dari kecil suka banget makan nasi dengan dikuahin, wah apalagi nemu nasi tim ini deh.. yang tadinya mau diet karbo malem2 terpaksa batal wkakakaa…  yang tadinya mau diet makan daging luluh ngeliat sayap dan paha ayam yang seksi abis 😀

potongan daging ayam di dalam bongkahan nasi tim 😀

jangan lupa pakai kuahnya biar tambah enak 🙂
Trus karena liat tetangga sebelah pesen kwetiau goreng jadi aja kabita pesen juga.. eh enak juga kwetiau gorengnya.. bahan kwetiaunya juga kyak beda.. ga gede2 dan berat, tapi kecil2 dari ringan banget jadi aja g berasa kan ngabisin 1 piring wakkaka.. ayamnya gede2 juga. trus minyaknya juga ga anyir, enak lah pokoqnya 🙂 tadinya mau tambah telor ceplok setengah mateng tapi dibatalkan mengingat semangkok baso tahu yang belum disentuh 😀
kwetiau gorengnya menggiurkan banget kan 🙂
Kami juga pesan baso tahu yang terkenal di sini .. wah selain berukuran besar (dan ga terlalu mahal seporsi 9500 isi 2 baso tahu gede2) baso tahu nya enak, dagingnya ikan nya berasa tapi ga amis. Dah gitu tahu nya juga enak dan kuahnya gurih 🙂
baso tahunya gede2 dan enak
Lengkap sudah mengisi perut dengan tidak beretika di hari Libur 🙂 setuju kan kalo libur boleh senang2 sama si perut 🙂
es alpukatnya bisa di jus bisa dikerok
Buat yang ke Puncak wajb makan di sini, cocok banget buat makan bareng keluarga besar, menu sharing juga oke (sambil larak lirik liat meja-meja sebelah dengan menu2 menggiurkan puyunghai, kuluyuk ayam, burung dara,,, uhuk uhuk :D)
referensi: ceritaperut.blogspot.com
Mitra Grosir Toserba “Super Murah”

Mitra Grosir Toserba “Super Murah”

Berlokasi di Jalan Siliwangi persis disamping Pom Bensin Joglo, Bagunan yang cukup luas ini sering menjadi tujuan utama belanja Masyarakat Cianjur. Partar Besar maupun untuk konsumsi pribadi menjadi alasan utama masyarakat sekitar untuk berbelanja di Toserba ini. Mudah untuk menemukan lokasi Mira Grosir ini, orang lebih mengenal “Lapang Joglo” atau Toserba Selamat, dari situ sudah dekat ke lokasi Toserba Mitra Grosir.

Keberadaan toserba ini menambah alternatif belanja bagi warga Cianjur khususnya sekitar kelurahan Sawah Gede Cianjur sekaligus menjadi kompetitor beberapa toserba yang telah ada sebelumnya.

Lantai dua dari bangunan ini memang saat informasi ini ditulis belum digunakan, sehingga kegiatan toserba ini terpusat dilantai 1 mulai dari kegiatan berbelanja, pengepakan dan gudang.

Selain harga yang murah (perbandingan dengan beberapa toserba di Cianjur), ada keunikan tersendiri di toserba ini.

  • Tidak semua barang dipajang dan bisa diambil sendiri layaknya toserba pada umumnya, beberapa barang harus dipesan di kasir. misalnya rokok, susu bayi, dll
  • Setelah melakukan pembayaran di kasir, barang belanjaan tidak lansung dibawa oleh pembeli melaikan dilakukan cek ulang oleh pekerja khusus sekaligus melakukan pengepakan barang berlanjaan (yang harus menggunakan dus, dsb). Sehingga, dengan kondisi seperti ini akan cukup menyita waktu para pembeli karena harus menunggu proses pengecekan barang belanjaan.

Pembayaran via Debit atau Credit Card sudah bisa dilakukan di toserba inimasih terbatas untuk BCA saja. Keberadaan ATM Mandiri didepan toserba menjadi keuntungan tersendiri bagi pengunjung, sehingga bisa mempermudah para pengunjung untuk melakukan pengambilan uang via ATM.

Dengan tempat parkir yang cukup luas, setiap senin-jum’at Toserba ini selalu dipadati pengunjung sehingga tidak jarang jalan Siliwangi sekitar toserba ini sering macet meski dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore diberlakukan 1 arah.

referensi: cianjurcybercity
Rd. Alith Prawatasari, Kiprah Kyai Cianjur

Rd. Alith Prawatasari, Kiprah Kyai Cianjur

Kyai dan Pejuang Kemerdekaan yang Berpengaruh di Indonesia

Nama Rd Alith Prawatasari sejak tahun 2005 mulai dikenal masyarakat Kabupaten Cianjur.  Khususnya ketika namanya diabadikan sebuah lapang olah Raga Prawatasi Joglo Cianjur . Sebelumnya nama H. RD  Alith Prawatasari, hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja.

H. Rd Alith Prawatasari sebenarnya sudah cukup lama  diabadikan dalam bentuk sebuah patung dan fragmen di Jakarta. Persisnya terletak di museum keprajuritan nasional komplek TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Pemerintah melalui Markas Besar (Mabes) TNI yang telah mengabdikan H RD Alith Prawatasari dalam bentuk patung dan fragmen tersebut.

Tak hanya dalam bentuk patung. Untuk mengenangnya, pemerintah juga menerbitkan buku perang-perang nusantara. Di dalam buku itu terdapat riwayat  perjuangan ulama besar Cianjur tersebut yang disajikan dalam jilid 3. Isinya cukup mengagumkan. Betapa tidak, kyai asli Cianjur ini mampu menghimpun ribuan  anggota pasukan.  Terdiri dari pada santri serta rakyat simpatisannya. Ini suatu jumlah yang sangat luar biasa , pada saat itu (1703-1707 ).

Sedangkan ia sendiri memulai perlawanan dari jampang mangung cinjur utara (daerah perbatasan Cianjur, Bogor,Cibeet).  Perlawanan prawatasari dilakukan dengan cara ketika perang grilya dan hitdan brun pukul lalu mundur. Ini benar-benar telah merepotkan pihak belanda taktik grilya pukul lalu mundur itu pula yang dimasa repolusi kemerdekaan.  “Kyai ini juga mengilhami para pejuang dan TNI dalam upaya mengusir penjajah dari bumi pertiwi,” kata Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan, kemarin.

Menurutnya, selain mengajarkan ilmu agama Islam kepada para santrinya di berbagai tempat,  ia juga merupakan pejuang kemerdekaan. Kiprahnya terus begerilya dari satu tempat ke tempat lain, menyebabkan penjajah begitu takut. “Di tengah-tengah perlawanan kepada Belanda, ia tak henti-hentinya mengajarkan ilmu pendidikan Islam ke berbagai tempat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, karena kerja keras kyai ini, memerdekaan Indonesia dan syiar Islam. Kini  namanya diabadikan pada sebuah lapang olah raga Prawatasi Joglo Cianjur. Yang teletak di dekat pusat pemerintahan kabupaten cianjur.  Sedangkan kini, makamnya terdapat di daerah Cilacap. Namun namanya sudah bukan lagi  Rd . H . Alith Perawatasari. Masyarakat disana lebih mengenalnya sebagai makam kyai dari cianjur yang sangat berpengaruh di berbagai wilayah Indonesia.(**)

refernsi: radarcianjur, DENI ABDUL KHOLIK, Cianjur