Kyai dan Pejuang Kemerdekaan yang Berpengaruh di Indonesia

Nama Rd Alith Prawatasari sejak tahun 2005 mulai dikenal masyarakat Kabupaten Cianjur.  Khususnya ketika namanya diabadikan sebuah lapang olah Raga Prawatasi Joglo Cianjur . Sebelumnya nama H. RD  Alith Prawatasari, hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja.

H. Rd Alith Prawatasari sebenarnya sudah cukup lama  diabadikan dalam bentuk sebuah patung dan fragmen di Jakarta. Persisnya terletak di museum keprajuritan nasional komplek TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Pemerintah melalui Markas Besar (Mabes) TNI yang telah mengabdikan H RD Alith Prawatasari dalam bentuk patung dan fragmen tersebut.

Tak hanya dalam bentuk patung. Untuk mengenangnya, pemerintah juga menerbitkan buku perang-perang nusantara. Di dalam buku itu terdapat riwayat  perjuangan ulama besar Cianjur tersebut yang disajikan dalam jilid 3. Isinya cukup mengagumkan. Betapa tidak, kyai asli Cianjur ini mampu menghimpun ribuan  anggota pasukan.  Terdiri dari pada santri serta rakyat simpatisannya. Ini suatu jumlah yang sangat luar biasa , pada saat itu (1703-1707 ).

Sedangkan ia sendiri memulai perlawanan dari jampang mangung cinjur utara (daerah perbatasan Cianjur, Bogor,Cibeet).  Perlawanan prawatasari dilakukan dengan cara ketika perang grilya dan hitdan brun pukul lalu mundur. Ini benar-benar telah merepotkan pihak belanda taktik grilya pukul lalu mundur itu pula yang dimasa repolusi kemerdekaan.  “Kyai ini juga mengilhami para pejuang dan TNI dalam upaya mengusir penjajah dari bumi pertiwi,” kata Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan, kemarin.

Menurutnya, selain mengajarkan ilmu agama Islam kepada para santrinya di berbagai tempat,  ia juga merupakan pejuang kemerdekaan. Kiprahnya terus begerilya dari satu tempat ke tempat lain, menyebabkan penjajah begitu takut. “Di tengah-tengah perlawanan kepada Belanda, ia tak henti-hentinya mengajarkan ilmu pendidikan Islam ke berbagai tempat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, karena kerja keras kyai ini, memerdekaan Indonesia dan syiar Islam. Kini  namanya diabadikan pada sebuah lapang olah raga Prawatasi Joglo Cianjur. Yang teletak di dekat pusat pemerintahan kabupaten cianjur.  Sedangkan kini, makamnya terdapat di daerah Cilacap. Namun namanya sudah bukan lagi  Rd . H . Alith Perawatasari. Masyarakat disana lebih mengenalnya sebagai makam kyai dari cianjur yang sangat berpengaruh di berbagai wilayah Indonesia.(**)

refernsi: radarcianjur, DENI ABDUL KHOLIK, Cianjur