Situs Benteng Tanah  secara administratif terletak di Kampung Pasanggrahan, Desa Ciranjang Hilir, Kecamatan Ciranjang. Situs terletak di daerah  pedesaan yang bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat hanya bisa sampai di pinggir jalan besar yang menghubungkan Kota Bandung – Cianjur. Lokasinya berjarak sekitar 1 km dari jalan besar dan untuk mencapainya harus melewati pemukiman dan persawahan. Secara astronomis terletak pada koordinat 6°48’24” LS dan 107°14’59” BT.

Benteng tanah merupakan tinggalan manusia masa lampau yang menunjukkan daerah tersebut hunian manusia masa lampau. Lokasi dibangunnya benteng diapit dua aliran sungai, yaitu Sungai Cisokan dan Sungai Ciranjang. Pada bagian utara situs terdapat pertemuan aliran sungai Cisokan dan Ciranjang. Benteng tanah yang ada di situs ini mencapai ketinggian 7 m. Bangunan benteng tanah ini terbentang antara tepian Sungai Cisokan dan Ciranjang sepanjang sekitar 500 m.

Sekarang areal sekitar benteng dimanfaatkan sebagai area pertanian dan pemukiman. Pada bagian utara benteng, telah tedapat pemukiman yang berakibat pada salah satu bagian benteng dibongkar untuk keluar masuk warga.

Pada bagian ujung utara situs terdapat makam Embah Sarangsang Bentang. Makam ditandai adanya dua batu alam tegak dan hamparan bata. Makam ini terletak di bagian pertemuan Sungai Cisokan dan Ciranjang.

Lokasi yang sering dikunjungi para peziarah ini mempunyai potensi untuk dikembangkan tidak hanya sekedar sebagai objek wisata ziarah. Lokasi yang tinggi bisa untuk melihat pemandangan sekelilingnya berupa aliran kedua sungai di bawahnya dan alam perbukitan di sekitarnya.

Lokasi: Kampung Pasanggrahan, Desa Ciranjang Hilir, Kecamatan Ciranjang
Koordinat : 6°48’24” S, 107°14’59” E

referensi: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat