Ribuan Slanker dari berbagai wilayah di Jawa Barat, tumplek memadati Lapang Brajawijaya Markas Batalyon Infanteri Raider 300/RBK Cianjur, Senin (30/4/2012) petang mulai pukul 16.00 WIB.

Mereka antusias ingin menyaksikan langsung penampilan grup band Slank yang hadir dalam kegiatan Tour 25 Kota Xtraligi perjalanan spiritual bersama Ki Ageng Ganjur.

Grup yang digawangi Bim Bim (drummer), Kaka (vocal), Ridho (gitar), Abdi (gitar), dan Ivanka (bass) langsung menggebrak ribuan penggemarnya dengan hits mereka, Kuil Cinta. Disusul kemudian dengan tembang Mars Slank, SPK, Gara-gara Kamu, Virus, I Miss U But I Hate U, Balikin, Ku tak Bisa, Terlalu Manis, Orkes, dan ditutup dengan lagu Kamu Harus Pulang.

Sebelum tampil menyapa penggemarnya di Lapang Brajawijaya, para personel Slank ini menggelar Dialog Budaya bersama Ki Ageng Ganjur (Dr Sastro) di Pondok Pesantren Al-Ittihad Rawa Bango Kecamatan Karangtengah. Kegiatan dihadiri juga ribuan slanker yang menunggu di luar gedung.

Dialog Budaya tersebut diawali dengan tausyiah yang disampaikan Ki Ageng Ganjur mantan orang terdekat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dalam tausyiahnya. Ki Ageng menyampaikan kedatangan Slank ke setiap pondok pesantren. “Grup Slank ingin menunjukan bahwa pondok pesantren merupakan pusat kesenian, kebudayaan, dan peradaban, bukan sarang teroris. Pesantren adalah lembaga yang melakukan pendidikan dengan melakukan pendekatan budaya,” kata Ki Ageng.

Selain itu, tour 25 kota bertajuk Xtraligi ini sebagai bagian menjahit Nusantara. Artinya, Slank ingin merah putih tetap berkibar dan NKRI adalah harga mati. “Kita ingin Pancasila tetap menjadi dasar negara. Di negara ini ada dua rampok, yakni rampok undang-undang dan koruptor. Kondisi inilahg yang menjadi misi Xtraligi ke pondok-pondok pesantren,” tambahnya.

Sementara itu Kaka menyatakan Slank punya slogan perdamaian, cinta persatuan, dan saling menghormati. Slogan ini menjadi kunci kebersamaan dan ingin selalu ditiru seluruh masyarakat Indonesia.

referensi: inilahjabar