Pada masa kepemimpinan Dalem Muhidin atau Rd Aria Wiratanu datar V sebagai Bupati Cianjur ke-empat, alat musik tradisional sunda kecapi mulai dikenal. Kawat senar atau dawainya, saat itu baru berjumlah 5 (lima’ buah. Itulah aIat musik sunda bernama kecapi, ketika pertama kali diketahui. Sandarannya pun masih menggunakan meja seadanya.

Beberapa puluh tahun kemudian alat musik kecapi ini jumlah kawatnya bertambah menjadi 9 (sembilan) buah. Hingga kawat kecapi yang dapat kita saksikan saat ini dengan jumlah seluruhnya sebanyak 18 buah.

Sebagaimana para pendahulunya, Dalem Muhidin juga sangat aktif mengembangkan pondok pesantren diseluruh wilayah Cianjur.

referensi: cianjurkab