Ayam Goreng Kharisma Cianjur

Ayam Goreng Kharisma Cianjur

Kembali ke cerita soal Kuliner Cianjur, bila diperhatikan untuk area Cianjur Kota jenis kuliner yang banyak menghiasi adalah segala olahan dari daging ayam, salahsatu yang terkenal dan tentunya enak adalah Ayam Goreng Kharisma. Terletak dijalan utama menuju kota cianjur dari arah pasirhayam, akses menuju kesana pun tidaklah sulit, bisa menggunakan angkot jalur 02B ataupun 03.

Gerobak

Tampilan sederhana dari warung makan ayam goreng ini tidak mengurangi niat cianjurview untuk mampir dan mencicipi hidangannya, sehingga dipesanlah dua porsi paha bawah dengan 2 tusuk sate rempela ati, karena saat berkunjung dijam sepi, bukan waktunya orang makan sehingga pesanan tidak perlu menunggu lama untuk segera siap tersaji dan mengharuskan kami segera menyantapnya selagi hangat.

Ayam Siap Goreng, sudah hampir habis euy

Pertama diicipi tentunya adalah ayam gorengnya, kelembutan tekstur daging ayam yang sudah dipresto dengan bumbu rempah khas ayam goreng kharisma ini sungguh menggugah selera ditambah sambal yang pedasnya sedang-sedang saja dan warung makan Cianjur khususnya dan Jawa Barat umumnya serasa kurang afdhol bila tidak ditemani oleh Lalapan dan tentunya nasi pulen khas Cianjurnya.

Menu Siap santap

Santapan seporsi ayam goreng ini tidak perlu waktu lama, dan tak terasa seporsi sudah ludes dan berpindah lokasi, kenikmatan tiada tara, oh iya walau menempati area yang tidak begitu luas, Rumah makan ini menyediakan tempat untuk sholat bagi para pengunjung yang kebetulan akan menunaikan ibadah sholat, cukup untuk seorang.

Mau?

Menurut sang mpunya, warung ini sudah buka sejak tahun 2006 ini sudah mengalami banyak pasang surut dalam usaha dan alhamdulillah masih bertahan hingga saat ini.

Musholla

Bila ada waktu dan kesempatan berwisata ke Cianjur, recommended sekali untuk mampir ke warung ini.

Informasi Warung :

  • Nama : Ayam Goreng Kharisma
  • Alamat : Jl. Raya Cianjur – Cikaret dekat pemakaman umum Sirnalaya.
  • Harga : 10.000 / porsi
referensi: cianjurview.com

 

Lontong Sinar, Khas Mang Aga Cianjur

Lontong Sinar, Khas Mang Aga Cianjur

Ketika saya masih menikmati udara Jogjakarta dengan Sepeda Motor Shogun Kebo biasanya pagi2 adalah berkunjung ke Lontong Padang depan Brimob Baciro, sepiring lontong padang 3500 perak lumayan memanjakan perut di pagi hari.

Kembali ke kampung halaman, di Cianjur ini juga terkenal minimal 2 jenis menu sarapan pagi yaitu : Bubur Ayam ( kalau diluar Cianjur disebutnya Bubur Ayam Cianjur ) dan Lontong.

Nah berbicara tentang lontong, ada warung lontong yang sudah sangat terkenal dan sudah lama buka lapak, yaitu Lontong Sinar Mang Aga. Saat ini sudah generasi anak yang meneruskan usaha Mang Aga yang sudah buka sejak tahun 1950-an, disebut Lontong Sinar karena kebetulan lokasi jualannya deket Bioskop Sinar (yg sudah pengsiun ) juga dekat dengan Stasiun Kereta Cianjur.

Lokasi Lontong Sinar ini sangat strategis karena berada dipusat jajanan dan kulinernya cianjur.

Sebenarnya tidak ada terlalu istimewa untuk hidangan ini, cuma yang saya suka adalah kuahnya yang kental2 dengan aroma rempah dan kacang yang kuat, dan isi dari lontong ini ya sederhana juga, yaitu Lontong, Tauge, Tahu dan Krupuk, jika suka bisa ditambah Kecap atau Sambal.

referensi: cianjurview.com

Nasi Tim Cipanas Yang Sudah Melegenda

Nasi Tim Cipanas Yang Sudah Melegenda

Puncak kadang bukan jadi destinasi liburan yah tapi cuma jalan lewat doank, seperti yang kemarin kami alami saat stress ngeliat tol Jakarta-Bandung macetnya lebih dari 9km waks! Akhirnya kami pulang dari Bogor ke Bandung melalui Puncak (boong banget padahal udah direncanakan supaya bisa mampir wisata kuliner di Puncak wakkakak)

Rumah Makan Kalimantan di Cipanas

Jadi ini adalah restoran yang dincar untuk wisata kuliner Puncak.. selain salah satu dari kami sudah pernah direferensikan dan nyoba makanan di sana, restoran ini emang udah terkenal banget dari dulu dari nyokap kecil! can u imagine 😀

suasana interior nya homy banget

Dan pas liat si om tantenya yang jual jadi percaya deh gw kalo restoran ini emang udah lama banget ada 😀

Mungkin ga semua orang tau nama restorannya tapi mungkin orang tau dengan kata kunci ‘nasi tim enak di Cipanas’ jadi memang restoran bernama Kalimantan ini terkenal banget dengan nasi tim nya yang enak.. selain berbagai macam Chinese Food lainnya yang juga sedap!

menu Chinese Food nya beragam

Letaknya kalo dari arah Jakarta/Bogor di sebelah kiri, kalo dari Bandung yang di sebelah kanan.. restorannya ga terlalu besar tapi rame terus dan bersih, bagian dalamnya juga bernuansa kayu nyaman banget 🙂 dengan banyak lukisan-lukisan jadulnya yang dulunya pasti berwarna sekarang udah tinggal monokrom warna biru wakakka…

Anyway soal makanannya terbukti benar, tanpa babibu langsung pesen nasi tim nya.. o ya porsinya gede banget lho sebaiknya 1 porsi di makan ber2.. nasi tim nya memang gurihnya beda dengan yang sering dicoba.. nasinya juga lembut hangat dan wangi.. daging ayamnya berupa ayam potong yang direbus.. disembunyikan di dalam bongkahan batu besar nasi 😀 plus kuahnya yang enak 🙂 emang dari kecil suka banget makan nasi dengan dikuahin, wah apalagi nemu nasi tim ini deh.. yang tadinya mau diet karbo malem2 terpaksa batal wkakakaa…  yang tadinya mau diet makan daging luluh ngeliat sayap dan paha ayam yang seksi abis 😀

potongan daging ayam di dalam bongkahan nasi tim 😀

jangan lupa pakai kuahnya biar tambah enak 🙂
Trus karena liat tetangga sebelah pesen kwetiau goreng jadi aja kabita pesen juga.. eh enak juga kwetiau gorengnya.. bahan kwetiaunya juga kyak beda.. ga gede2 dan berat, tapi kecil2 dari ringan banget jadi aja g berasa kan ngabisin 1 piring wakkaka.. ayamnya gede2 juga. trus minyaknya juga ga anyir, enak lah pokoqnya 🙂 tadinya mau tambah telor ceplok setengah mateng tapi dibatalkan mengingat semangkok baso tahu yang belum disentuh 😀
kwetiau gorengnya menggiurkan banget kan 🙂
Kami juga pesan baso tahu yang terkenal di sini .. wah selain berukuran besar (dan ga terlalu mahal seporsi 9500 isi 2 baso tahu gede2) baso tahu nya enak, dagingnya ikan nya berasa tapi ga amis. Dah gitu tahu nya juga enak dan kuahnya gurih 🙂
baso tahunya gede2 dan enak
Lengkap sudah mengisi perut dengan tidak beretika di hari Libur 🙂 setuju kan kalo libur boleh senang2 sama si perut 🙂
es alpukatnya bisa di jus bisa dikerok
Buat yang ke Puncak wajb makan di sini, cocok banget buat makan bareng keluarga besar, menu sharing juga oke (sambil larak lirik liat meja-meja sebelah dengan menu2 menggiurkan puyunghai, kuluyuk ayam, burung dara,,, uhuk uhuk :D)
referensi: ceritaperut.blogspot.com
Cincau, Wisata Kuliner Dadakan di Cianjur

Cincau, Wisata Kuliner Dadakan di Cianjur

Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat, sangat dekat. Perbatasan kawasan tersebut berada di jembatan Citarum. Jembatan ini sangat monumental dan banyak aktivitas warga di sana. Di kawasan itu tepatnya di bantar Caringin Cihea terdapat kawasan wisata.

Kawasan wisata yakni disebut Kawasan Cihea. Di sana terdapat sejumlah pedagang cingcau. Pedagang tersebut berjejer di sepanjang jalan raya bandung cihea, haurwangi cianjur. Para pedagang tersebut menanti pembeli yang ke luar dari kendaraan roda empat dan dua. Memang terlihat seperti bukan kawasan wisata, tetapi jika dilihat dari kasat mata kawasan itu menjadi kawasan bersipat dadakan. Sebab, banyak pembeli dari berbagai daerah. Seperti dari Bandung, Karawang, Sukabumi, Bogor, dan Jakarta .

 

Dan dari cianjur sendiri. Sedangkan  berdiri mereka berdagang sekitar tujuh tahun lalu. Dian Gunawan (45), salah seorang pedagang Cingcau mengtakan, sejak berdirinya Gerbang Marhamah di daerah perbatasan Cianjur-Bandung Barat menjadi tempat yang strategis bagi para pedagang cincau untuk mengais rezeki. Para pedagang kebanyakan adalah warga Kampung Sukamaju, Kecamatan Haurwangi, Cianjur.

“Dalam sehari bisa mendapatkan pendapatan Rp30 ribu. Jika dihitung dalam sebulan, saya  bisa meraup hingga Rp900 ribu” katanya, kemarin.Dirinya mengaku, kualan disini udah lama, kurang lebih lima tahun bersamaan dengan berdirinya Gerbang Marhamah. Terlebih jika mereka berjualan di hari libur dan musim hujan. Pendapatan dalam sehari bisa lebih dari biasanya. Sebenarnya lapak-lapak pedagang cincau ini, dulunya pernah diperingatkan oleh Petugas Satuan Pramong Praja (Satpol-PP) untuk tidak berjualan dengan alasan mengganggu ketertiban umum.

Namun, berkat negosiasi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) salah satu yang berdiri di Cianjur, pedagang akhirnya bisa tetap beraktifitas.Dirinya berharap para pedagang yang berjualan disini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cianjur dan juga mendapatkan izin tetap berjualan. Karena usahanya ini sudah dilakukan turun temurun dan merupakan mata pencaharian satu-satunya.”Kami para pedagang hanya berharap pemerintah bisa memberikan izinnya untuk kami berjualan. Karena, ini satu-satunya mata pencaharian kami,” harapnya.Sementara itu, Saepudin Hidayat (39), salah seoarang budayawan asal Cianjur, menuturkan, secara tidak disadari kawasan ini menjadi tempat wisata.

Karena pembelinya juga berada di berbagai daerah. Seperti dari Bandung, Karawang, Sukabumi, Bogor, dan Jakarta, dan Cianjur sendiri. “Kawasan wisata dadakan ini, menajadi salah satu pemikar warga di luar Cianju, untuk beristirahat di Cianjur, dengan membeli cingcau khas Cianjur,” imbuhnya. (den)

referensi: radarcianjur
Peta Wisata Kuliner Cianjur

Peta Wisata Kuliner Cianjur

Jika kebetulan Anda melewati wilayah Cianjur, lalu berniat menghilangkan lapar ataupun membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah, mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat. Cianjur dikenal sebagai produsen beras kualitas premium, sayur dan buah segar dengan kualitas prima dan penganan khas seperti tauco, gula semut serta aneka manisan.

Iklim pegunungan yang relatif sejuk, menjadikan Cianjur memiliki tradisi kuliner yang sangat beragam. Bubur Ayam Cianjur, Bandrek, Sate Maranggi, Kue Moci, Kue Ape, Geco, Dendeng Belut,dan lain-lain.

Jika Anda memulai perjalanan dari arah barat melalui jalur Puncak Bogor, maka si sepanjang jalan Anda akan menemui berbagai komoditas hasil pertanian yang sangat menggiurkan. Brokoli, wortel, edamame (kacang kedelai Jepang ), Kabucha (Labu parang Jepang), kailan, pisang tanduk ukuran jumbo, bengkuang, talas, sayuran seledri (bukan bumbu masak), daun labu siam, terubuk , yang digantung dengan penataan yang sangat menarik . Beberapa diantaranya adalah produk-produk organik.

Bila Anda mulai merasa kedinginan , tak ada salahnya menikmati jagung baker aneka rasa yang ditawarkan di sepanjang jalan. Namun bila makanan utama yang menggugah selera Anda, tak ada salahnya Anda mampir di restoran “Simpang Raya” dengan menu unggulan hidangan padang .

Menuruni jalur Puncak menuju Cipanas di sebelah kiri jalan ada Rumah Makan “Kalimantan” dengan menu unggulan nasi tim ayam Iklim Cianjur yang cenderung sejuk menjadikan menu ini terasa pas di lidah, meskipun konsep bumbunya tergolong minimalis. Di sebelahnya, RM ” Sate Shinta” yang menawarkan menu sate kambing dan sate ayam. Melahap sate kambing , nasi putih hangat ditemani Cah Kangkung atau Karedok akan mengembalikan stamina Anda yang kelelahan dalam perjalanan.

Setelah melewati Pasar Cipanas dan Istana Presiden di pertigaan menuju gadog kea rah kiri, di jalur utama sebelah kanan, di emperan bangunan yang cukup luas, Anda bisa menemukan kedai sederhana yang terkenal sebagai “Maranggi Pacet”, yang buka dari pagi hingga petang menawarkan menu Sate Sapi Maranggi khas Cianjur. Sebagai pelengkapnya Anda bisa memilih setangkup nasi uduk berwarna kuning atau ketan bakar gurih yang kenyal dan hangat.

Sekitar 500 m berikutnya, jika Anda ingin membeli oleh-oleh, mungkin Toko Kue “Okeke” bisa menjadi pilihan dengan pilihan aneka roti berukuran mungil dengan berbagai pilihan rasa. Daging asap, jagung manis, durian, keju susu adalah favorit para pengunjungnya.

Menuruni jalur perbukitan memasuki wilayah Cianjur, di kawasan Cangklek dan Panembong terdapat dua RM “Mang Nana”, warung nasi Sunda dengan konsep rumahan yang sangat kental. Babat Goreng, sambal terasi dan aneka lalaban Sunda yang tergolong unik bisa Anda nikmati di sini. Kalau bukan orang Sunda , mungkin Anda akan merasa asing dengan daun bunut, gandaria, tespong, keresmen dan sejenisnya.

Menjelang Tugu Adipura yang menjadi pintu masuk wilayah kota Cianjur, di sebelah kanan jalan ada Kedai “Batagor Ihsan” yang menawarkan Batagor, Batagor kuah, Es Cianjur dan aneka jus buah segar. Bersebelahan dengan Batagor ihsan, ada juga “Mie Ayam Katineung” yang menawarkan menu unggulan Mie Ayam Baso yang cukup nendang dan bisa dijadikan pilihan untuk mengusir kantuk.

Dari bundaran Tugu Adipura, melaju ke arah selatan (Sukabumi ) sepanjang 4 km berikutnya Anda bisa menemui dua cabang RM” Sunda Rasa” di Jalan Abdullah Bin Nuh dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi (Pasar Warung Kondang). Menu unggulannya adalah olehan kulit sapi yang dimasak dengan bumbu minimal tapi menghasilkan kelezatan optimal. Menu pilihannya adalah paket kulit campur, kikil, lidah, limpa, babat, tulang telinga yang ketika berpadu dengan sambal tomat mentah sungguh menghasilkan persenyawaan rasa yang sempurna. Anda juga bisa menikmati aneka pepesan, empal daging, sop buntut, dan masakan Sunda lainnya.

Tapi jika yang Anda cari adalah aneka jajanan pasar, maka yang tergolong lengkap adalah “Toko Shanghai” tepat di persimpangan Jalan Siti Jenab dan Jalan Mangun Sarkoro. Di toko ini Anda bisa menikmati aneka kue basah seperti Kue Mangkuk, Kue Celorot, Kue Talam Ubi, Kue Talam Suji, Kue Lapis, Bika Ambon Suji, Nagasari, Lemper, dan juga Bacang (Semacam buras berisi irisan daging sapi berbumbu kecap yang dibungkus daun Hanjuang, salah satu penganan yang dipengaruhi budaya peranakan Cina).

Bila Anda punya cukup waktu untuk menghabiskan petang dan malam hari di Cianjur , manjakanlah lidah Anda dengan melanjutkan perjalanan memasuki jantung kota Cianjur. Melewati Jalan Muwardi lurus hingga persimpangan jalan Suroso dan Jalan Mangunsarkoro, di sebelah kanan jalan ada Kedai “Martabak Cianjur” dengan berbagai isi dan topping yang memanjakan lidah. Tersedia juga kue pukis dengan aroma santan yang begitu pekat. Hm…serasa lumer di lidah.

Melanjutkan perjalanan menurun melewati Jalan K.H. Hasyim Ashari (Warujajar) sebelum persimpangan Jalan Arif Rahman Hakim, di sisi kanan jalan Anda akan menemukan spanduk ” Sate Maranggi Warujajar” yang terbilang legendaris di Cianjur. Pemiliknya adalah generasi kedua dengan konsep cukup sederhana namun paduan bumbunya benar-benar meresap. Teknik marinated/ perendaman yang memadai menjadikan serat daging sapi berwarna kemerahan dengan aroma karamel menyeruak berpadu dengan aroma ketumbar dan lengkuas. Jika Anda tak cukup sabar untuk mengantri tempat duduk di sini, hindari mengunjungi kedai ini di puncak masa liburan pasca Lebaran. Belasan mobil bisa berjejer rapi di sepanjang jalan ini hanya untuk menikmati kelezatan Sate Maranggi Warujajar ini.

Lain ceritanya jika hujan gerimis turun rintik-rintik di wilayah Cianjur, maka tak ada jajanan lain yang paling sesuai selain Bubur Ayam Cianjur. Bubur Ayam Cianjur yang paling ramai pengunjungnya adalah “Bubur Ayam Sampurna” di mulut Pasar Bojong Meron Jalan Mangun Sarkoro (Jalan Raya) Cianjur. Pada era tahun 70-an , bubur ayam ini mangkal di depan Toko Sampurna. Tokonya sendiri telah bersalin rupa menjadi toko lain, tapi bubur ayam di depannya tetap membawa nama Toko Sampurna sekalipun akhirnya berpindah menempati lokasi barunya di Pasar Bojong Meron. Di puncak musim liburan, mungkin akan terasa kurang nyaman, karena antriannya sangat panjang menyerupai antrian kassa di supermarket menjelang awal bulan. Keunggulan Bubur Ayam ini adalah kelembutan bubur nasinya, kesegaran bahan-bahannya, juga racikan pepes usus, ati ampela dan daun bawang yang meskipun bumbunya minimalis, tapi tak sedikitpun menyisakan amis di lidah. Emping melinjo adalah sentuhan akhir yang akan menyempurnakan rasanya

Di kota Cianjur sebenarnya tak sulit menemukan bubur ayam cianjur yang lezat, karena hidangan bubur ayam adalah menu sarapan utama bagi kebanyakan penduduk Cianjur. Di sepanjang jalan di sudut mana pun di kota Cianjur, dalam radius 100 meter minimal kita bisa menemukan dua gerobak bubur ayam, terutama di pagi hari. Beberapa bubur ayam yang juga layak dinikmati adalah “Bubur Ayam BRI” di kawasan Jalan Suroso (dahulu kawasan Su Gwe), “bubur ayam Jayakarta” depan toko besi Jayakarta Jalan mangun Sarkoro, “Bubur Ayam Rumah Sakit” di depan RSUD Cianjur Dr. Muwardi, dan lain-lain.

Geco adalah hidangan berikutnya yang layak dicicipi jika Anda sedang berada di Cianjur. Geco tertua yang ada Cianjur adalah “Geco Nusasari” di pertigaan jalan Siti Jenab dan Jalan Siliwangi. Geco adalah hidangan sepinggan yang terdiri dari irisan ketupat, rebusan tauge, mie sagu, dengan siraman bumbu tauco yang pekat dengan irisan daun bawang , bawang putih , kecap dan tomat. Toppingnya adalah irisan kentang goreng, tahu goreng ditemani kerupuk sagu. Hm…manis, asam , segar menjadi paduan yang pekat di lidah.

“Lotek dan maranggi LP” di depan Lapas Cianjur di jalan Aria Cikondang juga merupakan pilihan apik yang akan memenuhi selera Anda akan hidangan yang lezat tapi sehat. Penggemar Mie Yamin juga akan terpuaskan di kedai “Mie Yamin Mang Utis” jalan Siti Jenab 52.

Sebelum meninggalkan Kota Cianjur, tak ada salahnya Anda menyusuri sepanjang Jalan Dr. Muwardi di mana terdapat beragam toko oleh-oleh yang menjual Beras Cianjur, Kue Moci, Bandrek Cianjur (Cap Pigeon), Keripik Belut, serta manisan Cianjur. Sedikit bergeser ke arah jalan HOS Cokroaminoto, ada Toko Manisan “Mulia Sari” (dahulu Ny. Tan) yang terkenal dengan olehan manisan homemade tanpa penambahan gula bibit dan bahan pengawet. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, tapi akan menjamin manisan yang lebih segar dan lebih sehat. Favorit para pengujung adalah adalah manisan mangga muda, manisan salak , dan manisan pala .

Demikianlah sekilas informasi kuliner Kota Cianjur, saying bukan jika jajanan lezat tersebut Anda lewatkan begitu saja. Jadi….pastikan Anda mampir sejenak setiap kali melewati kota sejuk yang bermottokan Cianjur Bersemi (Bersih, Indah dan Memikat) ini.

referensi: kompasiana (Sanny Andari)
Perkedel Bakar Bubuk Kari

Perkedel Bakar Bubuk Kari

Perkedel asal Cianjur ini berbeda dengan perkedel yang biasanya kita jumpai. Perkedel kentang dengan beraneka campuran bahan ini memiliki kekhasan dari rasa karinya selain cara pematangannya yang dipanggang.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :

Bahan:

  • 200 gram ayam giling
  • 1 butir telur bebek, dipisahkan kuning telurnya, disisihkan
  • 300 gram kentang, digoreng, dihaluskan
  • 1 batang daun bawang
  • 1 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1/4 sendok teh pala bubuk
  • 1/2 sendok teh kari bubuk
  • minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:

  • 3 buah cabai merah besar
  • 4 butir bawang merah
  • 1 siung bawang putih

Cara membuat:

  1. Campur ayam giling, putih telur, kentang, daun bawang. Aduk rata. Tambahkan garam, merica bubuk, pala bubuk, dan kari bubuk. Aduk rata.
  2. Masukkan  dalam loyang kotak  20x8x7 cm  dengan ketebalan 2 cm yang dioles minyak. Ratakan.
  3. Oven 30 menit dengan suhu 180 derajat Celcius sampai setengah matang. Angkat.
  4. Oles dengan kuning telur bebek.
  5. Oven lagi 30 menit dengan suhu 170 derajat Celcius sampai matang. Angkat dan potong-potong.
Untuk 6 Porsi

referensi: sajiansedap