Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede merupakan tempat paling favorit untuk pendakian dan berkemah. Hampir setiap pekan, ada saja pencinta alam yang mencoba mendaki puncak Gunung Gede setinggi 2.958 meter itu. Puncak-puncaknya dapat terlihat dengan jelas dari Cibodas Kecamatan Pacet.

Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) sertapadangrumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m).

Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) sertapadang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m).

Puncak Gunung Gede

Pendakian terhadap Gunung Gede dapat dimulai dari Pos Jaga yang terletak di dalam Kebun Raya Cibodas. Melalui hutan tropis yang sangat indah, selama pendakian menuju Pondok Kandang Badak (4 jam) yang sebelumnya melewati pertigaan ke arah Air Terjun Cibeureum (1 jam) akan dijumpai 2-3 pondok, mata air dan air panas. Bila kelelahan, bisa istirahat di Pondok Kandang Badak.

Sementara itu satwa liar yang bisa dijumpai di sepanjang pendakian adalah owa hylobates moloch), surili (Presbitis comata), lutung (Trachypithecus auratus), kera (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus), mencek (Muntiacus muntjak), dan elang jawa (Spizaelus bartelsii).

referensi: gedepangrango.org, (image from internet)
Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar di Asia Tenggara

Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar di Asia Tenggara

Di pedalaman Kabupaten Cianjur, bebatuan megalit tersebar di area seluas 3 hektar. Adalah Situs Gunungpadang, komplek punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Situs purbakala ini bisa Anda kunjungi di akhir pekan.

Disebut begitu karena situs ini terletak di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Dusun Panggulan. Tepatnya di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 45 Menit perjalanan dari Kota Cianjur. Terletak di ketinggian 885 mdpl, areal ini memiliki komplek bangunan seluas 900 meter persegi.

Pada tahun 1979, penduduk setempat melapor pada pihak Kecamatan Cempaka tentang keberadaan tumpukan bebatuan. Bentuknya persegi besar dengan berbagai ukuran, tersusun dalam beberapa undakan. Minimnya informasi pada masa itu membuat situs ini tempat keramat bagi warga lokal. Penduduk setempat menganggap situs ini sebagai istana tempat tinggal Prabu Siliwangi.

Untuk mencapai situs ini, Anda harus menaiki lebih dari 400 anak tangga curam yang terbuat dari batu andesit. Namun, kemegahan situs purbakala akan mengobati rasa lelah tepat ketika Anda tiba di undakan pertama.

Bebatuan besar disusun secara poligonal, yang digunakan sebagai tangga untuk mencapai puncak bukit. Memasuki puncaknya, Anda akan disambut oleh batu-batu besar yang membentuk sebuah pintu gerbang.

Dari titik ini, Anda bisa melihat hamparan bebatuan besar dengan berbagai bentuk dan sisi. Terkadang segi lima atau segi enam dengan permukaan batu yang halus. Bebatuan di situs ini berjenis andesit basaltis, hasil proses vulkanis dari Gunung Padang tempatnya bertengger.

Para arkeolog menyebutkan Situs Gunungpadang sudah ada sejak 2000 tahun S.M. Itu berarti ribuan tahun sebelum Kerajaan Kutai berdiri di Pulau Kalimantan! Menurut legenda, Situs Gunungpadang merupakan tempat pertemuan berkala para ketua adat dari masyarakat Sunda Kuna. Ditambah lagi, bebatuan tersebut mengarah secara simetris ke Gunung Gede, yang dianggap sakral karena merupakan kawasan Kerajaan Pajajaran.

Bahkan kepercayaan ini masih lestari hingga sekarang. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan para turunan masyarakat Sunda Kuna melakukan pemujaan di situs ini.

referensi: detikTravel
Curug Citambur

Curug Citambur

Mengalir dari ketinggian 100 meter, Curug Citambur menjadi salah satu kesejukan di Cianjur Selatan. Menikmati deburan air Citambur bisa jadi ide liburan Anda kali ini.

Berlibur dan bersantai menikmati lanskap yang masih alami menjadi target setiap wisatawan. Untuk mencari suasana seperti ini, sudah pasti Jawa Barat menjadi incaran pelancong. Provinsi ini juga dikenal dengan destinasi air terjunnya, ada Curug Cilember, Curug Cikaso, Curug Malela, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang pantas untuk Anda kunjungi saat berakhir pekan, yaitu Curug Citambur. Berjuta keindahan dan kesejukan alam Cianjur Selatan tertuang di lokasi ini. Curug Citambur berada di Desa Karang Jaya, Pagelaran, Cianjur Selatan.

Mengutip dari situs resmi Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat, Senin (4/6/2012), tak dapat dipungkiri wana wisata Curug Citambur memang sangat bagus. Selain ketinggiannya dan air yang bersih, besarnya volume air yang menghantam permukaan sungai menjadi pemandangan yang menakjubkan.

Saking derasnya wisatawan tidak bisa terlalu mendekati Curug Citambur. Coba saja berdiri sekitar 50 meter dari curug ini, pasti Anda tidak akan kuat lama. Tentu saja, karena hempasan airnya seperti hujan baru beberapa menit berdiri, pasti Anda langsung basah kuyup.

Meskipun, air yang mengalir sangat dingin dan deras, wisatawan tetap bisa mandi atau sekadar bermain air di curug ini. Tapi, kalau tidak mau basah wisatawan bisa sekadar duduk sambil bersantai di tepi air terjun.

Panorama indah tidak hanya saat Anda berada di lokasi ini. Akan tetapi, pemandangan selama perjalanan juga menjadi bahan cuci mata saat menuju Curug Citambur.

Perjalanan akhir pekan Anda dijamin tidak akan membosankan karena pemandangannya sangat berbeda. Diawali dari perkebunan Rancabali hingga desa Cipelah, kiri dan kanan jalan dikelilingi oleh perkebunan teh. Setelah melewati Desa Cipelah, pemandangan pedesaan mulai berubah menjadi suasana desa pedalaman.

Uniknya, di sisi sebelah kanan desa tersebut terdapat bukit yang cukup tinggi dengan air terjun yang terlihat dari jalan. Pertama melihat air terjun tersebut pasti Anda mengira itu Curug Citambur. Ternyata salah!

Di perjalanan menuju Citambur ternyata, juga terdapat satu lagi air terjun yang tidak diketahui namanya. Nah, kalau Curug Citambur sendiri memiliki pintu masuk di depan kantor Desa Karang Jaya.

Jadi, hati-hati jangan sampai tertukar. Sebelum sampai di Citambur, wisatawan terlebih dahulu disambut oleh Situ Rawa Suro.

referensi: detikTravel
Taman Bunga Nusantara

Taman Bunga Nusantara

Taman Bunga Nusantara (TBN) banyak memiliki beragam koleksi bunga yang indah dan segar, mulai dari tanaman untuk iklim tropis maupun untuk iklim dingin, bahkan tidak hanya bunga yang berasal dari Indonesia, bunga yang berasal dari seluruh dunia pun ada. Selain menyegarkan mata, kita juga akan mendapatkan banyak wawasan baru mengenai bunga.

TBN terletak di Desa Kawung-luwuk Kecamatan Sukaresmi Cipanas-Cianjur, dengan luas lahan 35 hektar, Taman Bunga Nusantara menyajikan keindahan dan pesona bunga serta alam yang tertata apik. Berdiri sejak 10 tahun silam tepatnya pada tanggal 10 September 1995, taman display pertama di Indonesia ini dilengkapi dengan berbagai koleksi tanaman bunga yang terkenal dan unik di seluruh dunia.

Untuk menuju ke TBN, waktu yang bisa ditempuh dari Jakarta lebih kurang 2 sampai 3 jam. Melalui jalan raya puncak, sampai melewati puncak pass, dan belok kiri ke arah Perumahan Kota Bunga. Dari persimpangan ini jaraknya hanya 9 km.

Saat memasuki pintu utama kita langsung disuguhi keindahan tanaman bunga yang dibentuk menyerupai burung merak. Pada ekornya disusun berbagai jenis tanaman bunga beraneka warna, burung merak ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dilihat. Tidak jauh dari burung merak terdapat jam raksasa yang disusun pula dari berbagai jenis tanaman bunga. Jangan dikira jam raksasa ini hanya pajangan belaka ternyata jam ini bergerak dan berdentang setiap jam.

Selain sebagai sarana rekreasi TBN juga dipakai sebagai kebun percobaan dengan berbagai jenis bunga dan tanaman tertentu yang berasal dari daerah subtropis dan negara-negara beriklim dingin di Eropa, Amerika, dan Australia. Ada berbagai macam taman khusus yang ditampilkan di TBN, mulai dari taman air, taman mawar, taman Perancis, taman rahasia (labirynth), taman bali, taman mediterania, taman palem, dan taman gaya Jepang.

Ditunjang pula dengan fasilitas seperti rumah kaca, danau angsa, rafflesia mini theater, gazebo, alam imajinasi, lokasi piknik, amphitheater (panggung terapung) kereta datto, mobil wira-wiri, menara pandang, poliklinik, nany’s galleria dan penunjang lain bagi anda yang ingin mengadakan acara di halaman rumput yang luas. Apabila Anda datang ke Taman Bunga Nusantara, Anda akan memiliki sejuta kenangan akan keindahan keanekaragaman tanaman bunga yang tidak bisa dijumpai di tempat lain. (IP)

HARGA TIKET MASUK :
Rp 20.000 per orang

TAMAN BUNGA NUSANTARA
Jl. Mariawati Km. 7 Desa Kawung Luwuk, Cipanas, Cianjur
Tel. 0263-581617, 581618 Fax. 0263-581616

Fasilitas: Taman air, taman mawar, taman Perancis, taman rahasia (labirynth), taman bali, taman mediterania, taman palem, dan taman gaya jepang, rumah kaca, danau angsa, rafflesia mini theater, gazebo, alam imajinasi, lokasi piknik, amphitheater (panggung terapung) kereta datto,
mobil wira-wiri, menara pandang, poliklinik, nany’s galleria.

referensi: puncakview

Sakura Bermekaran di Cibodas

Sakura Bermekaran di Cibodas

Yang berkembang di Kebun Raya Cibodas (KRC) adalah Prunus cerasoides D.Don (Rocaceas), berasal dari Himalaya. Istimewanya, kalau di tempat asalnya sakura biasa berbunga setahun sekali, di KRC yang selalu bersuhu sekitar 18 derajat Celsius, dapat berkembang dua kali setahun, sekitar bulan Januari-Februari dan Agustus-September.

Sejak 1971, di KRC ditanam pohon bunga sakura. Sakura memang mudah beradaptasi dengan iklim Cibodas, yang berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, terletak pada ketinggian 1.300-1.425 di atas permukaan laut.

KRC didirikan lebih dari 1,5 abad lalu, tepatnya 11 April 1852, oleh Johannes Ellias Teijsmann. Dinamakan Bergtuin to Tjibodas, artinya Kebun Pegunungan Tjibodas. Telah gonta-ganti nama dan fungsi, kini KRC dengan areal seluas 125 hektare dijadikan unit pelaksana teknis Balai Konservasi Tumbuhan dari LIPI.

Dari belasan ribu koleksi yang ada, antara lain terdapat tanaman prunus penghasil sakura. Sebenarnya Indonesia yang kaya hayati memiliki sekitar 38 jenis prunus endemik. Sayang, prunus belum dikenal dan ditelaah, bahkan terancam punah karena habitatnya mengalami kebakaran hutan, penjarahan, dan sebagainya. KRC tepat untuk melestarikan dan meneliti prunus endemik itu.

Taman Sakura

Taman Sakura Cibodas 300x206 Sakura Bermekaran di Cibodas

Pada 2004 Kebun Raya Tsukuba di Jepang menghadiahkan pohon bunga sakura kepada Presiden Megawati. Sebelumnya pohon sakura di KRC ditanam tersebar dekat rumah kaca dan danau.

Sejak 16 April 2007, pada areal seluas 5.000 meter persegi, berlokasi di lembah, resmi dibangun Taman Sakura, ditanami 400 batang pohon sakura. Diharapkan kelak taman itu memiliki koleksi seluruh pohon jenis prunus endemik Indonesia.

Sekarang Taman Sakura sudah tertata indah, di dasar lembah terdapat sungai kecil, mengalir air dari pegunungan yang jernih dan dingin. Di sisi dan badan sungai dipasangi batu alam membentuk jeram-jeram dan air terjun yang sangat menarik.

Para pelancong dapat berjalan di jalan setapak, menyeberangi sungai melalui jembatan-jembatan kecil yang artistik, sambil menikmati sakura bermekaran. Sudah banyak warga Jepang, Korea, dan lainnya berdatangan melihat bunga sakura di Indonesia, yang dapat berkembang dua kali setahun.

Hanami

Sakura cibodas1 Sakura Bermekaran di Cibodas

Di Jepang, bunga sakura biasa ditanam berkelompok. Saat berbunga, semua pohon di suatu lokasi akan bermekaran secara bersamaan, daun-daun hijau rontok, tinggal terlihat sakura bergerombol indah sekali.

Sudah menjadi budaya orang Jepang senang memandangi sakura bermekaran, dikenal sebagai hanami. Mereka biasa berkumpul di bawah pohon sakura, berpesta makan, minum sambil bernyanyi, disebut enkai. Musim sakura bermekaran atau cherry blossom, bertepatan dengan tibanya musim semi, disambut seluruh warga Jepang dengan ceria, seakan mengawali kehidupan baru yang penuh harapan.

Banyak jenis pohon prunus yang termasuk dalam suku Rocaceas. Jenis Cerasoides yang tumbuh di KRC berbunga kecil dan berwarna merah muda. Bunga sakura di Jepang punya banyak varietas, bermacam warna, dan ada yang petalnya lebih dari lima helai. Pohon prunus bersifat deciduous atau daunnya berguguran disusul bunga bermekaran.

Reriungan

Memang indahnya sakura di Cibodas belum secantik di Jepang karena masih banyak daun hijau dan bunganya belum lebat. Namun, keelokan bumi Cibodas berlatarkan Gunung Gede Pangrango sungguh tiada tandingannya.

Kalau Anda belum pernah menikmati keindahan KRC, yang hanya berjarak 2,5 jam perjalanan dari Jakarta, ayo, jangan mau ketinggalan lebih lama lagi. Tahun 1977 UNESCO saja pernah menetapkan Cibodas sebagai salah satu cagar biosfer di Indonesia.

Diharapkan, Taman Sakura ini akan menjadi pusat koleksi prunus, bukan saja yang dari luar, tetapi lengkap pula dengan endemik Indonesia. Juga menjadi arena hanami dan bernostalgia bagi pelancong Jepang, serta menjadi tempat reriungan warga kita untuk menikmati lebatnya sakura bermekaran.

Indahnya!

Kebun Raya Cibodas

Didirikan pada tahun 1852 oleh Kerajaan Belanda.
Awalnya merupakan bagian dari Kebun Raya Bogor.
Berada pada ketinggian 1.425 meter diatas permukaan laut.
Luas area keseluruhan 125 hektar.
Mempunyai 10.000 koleksi tumbuhan yang berasal dari Amerika Serikat, China dan Australia.
Suhu normal 18 derajat selsius.
Curah hujan tahunan 3.380 milimeter.
Koleksi lainnya antara lain bunga kamelia, hidrangea dan azalea.

Karcis masuk :

Rp 6.000 per orang
Rp 15.500 per mobil
Telephone : (0263) 512233

referensi: Senior & LIPI (ref: potlot-adventure.com)

Wisata Air Terjun di Cibodas

Wisata Air Terjun di Cibodas

Satu dari banyak tujuan wisata alam di kawasan Puncak, Jawa Barat, ialah Kebun Raya Cibodas. Bila berangkat dari Jakarta, Kebun Raya Cibodas terletak sebelum Pasar Cipanas. Kebun Raya Cibodas bisa ditempuh melalui dua jalur, dari Simpang Tiga Paregrejen sejauh lima kilometer, dan dari Simpang Cibodas, dengan jarak kurang lebih sama.

penjual tanaman 300x168 Wisata Air Terjun di Cibodas

Taman wisata yang didirikan pada 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann itu memanjakan pengunjung dengan berbagai pilihan. Bila ingin sekadar jalan-jalan, pengunjung bisa memutari lokasi kebun raya yang dipenuhi pohon-pohon rindang. Salah satu objek favorit ialah Araucaria Avenue, jalan setapak dari bebatuan yang dinaungi jajaran tumbuhan Araucaria.

Namun, bila ingin berwisata sambil menambah ilmu, bisa juga mampir ke Taman Lumut Cibodas. Taman Lumut Cibodas, sangat cocok dijadikan tempat belajar atau penelitian. Di dalam Taman Lumut, diperkirakan ada 216 jenis lumut dan lumut hati, yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia.

menuju ciismun 199x300 Wisata Air Terjun di Cibodas

Selain Taman Lumut, Kebun Raya Cibodas juga menyimpan koleksi anggrek, rhododendron, kaktus, mawar, tanaman obat, dan lain-lain. Kebun Raya Cibodas, pada awalnya didirikan untuk menampung koleksi tumbuhan dataran tinggi tropis basah, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.

Satu kegiatan pelepas stres yang mengasyikkan dilakukan di Kebun Raya Cibodas adalah penjelajahan objek-objek wisata alam. Salah satu objek wisata alam yang relatif mudah dijangkau, yakni Air Terjun Ciismun, yang dituliskan Ci Ismun di papan petunjuk lokasi. Kehadiran air terjun ini bisa dibilang sebagai bonus tambahan bagi pengunjung yang menyempatkan waktu berkunjung ke Cibodas. Namun, untuk bisa menikmati keindahan air terjun setinggi 25 meter tersebut, pengunjung harus rela berjalan melintasi track (lintasan) berbatu.

air terjun ciismun 199x300 Wisata Air Terjun di Cibodas

Pepatah mengatakan, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Demikian pula, pengunjung Air Terjun Ciismun harus rela berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit. Pengorbanan di lintasan yang terkadang menanjak itu akan terbayar lunas saat melihat keindahan Air Terjun Ciismun.

Jalur yang disediakan pengelola terbilang sangat bersahabat. Bebatuan kecil digunakan sebagai pijakan. Jadi, pengunjung hanya perlu mengikuti lintasan yang sudah ditata hingga ke lokasi air terjun.

Menapaki lintasan Ciismun juga tidak membosankan. Pemandangan kiri kanan di sepanjang jalan sangat indah. Lereng bukit yang terjal dan penuh pepohonan menjadi teman sempurna. Suara gemuruh air sungai yang kerap terdengar di sepanjang lintasan, adalah iringan musik alami yang meredam kebosanan, mengingatkan suasana sebuah pedesaan.

Berjalan santai di sepanjang lintasan juga tidak melelahkan. Jalur itu sangat bersahabat, tidak terlalu menguras tenaga. Lintasan tersebut juga aman untuk semua golongan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Di antara pengunjung pada Minggu pagi di akhir Maret itu, misalnya, terlihat pasangan muda dengan anak-anak balita mereka.

keindahan panorama 300x199 Wisata Air Terjun di Cibodas

Pada jarak sekitar 500 meter dari titik awal, pengunjung bisa bernapas sejenak di tempat peristirahatan. Sambil meluruskan kaki, pengunjung bisa menikmati hangatnya teh dan kopi atau menyantap mi rebus. Dari tempat peristirahatan itu, Air Terjun Ciismun sudah terlihat.

Cibeureum

Dari jarak sekitar 100 meter, air terjun seperti butiran permata yang jatuh. Air Terjun Ciismun diapit Bukit Agropolitan dan Bukit Cibodas. Bila dipandang dari kejauhan, air terjun seperti tempat pertemuan dua bukit besar itu. Untuk bisa merasakan dinginnya air terjun, pengunjung harus melewati sungai dangkal yang penuh bebatuan.

pintu keluar 300x199 Wisata Air Terjun di Cibodas

Pada jarak lima meter tempat air terjun jatuh, hawa dingin terasa menggigit tulang. Untuk pengunjung yang berasal dari kota besar, dinginnya air terjun Ciismun bisa langsung membuat menggigil. Kenyataannya, hawa dingin tidak menyurutkan niat pengunjung mencicipi guyuran air. Beberapa pengunjung tampak mengambil posisi nyaman di bawah air terjun. Tidak malu-malu, lima pemuda bertelanjang dada mandi di air terjun. Pengunjung lainnya, cukup menikmati percikan air terjun dengan memilih duduk di atas bebatuan.

Di lokasi itu tersedia toilet untuk membersihkan diri seusai menikmati kesegaran air terjun. Bangunannya sederhana dan jumlahnya terbatas. Airnya yang jernih dan dingin, dijamin menyegarkan seluruh badan.

Di lintasan itu, bisa dijumpai bocah-bocah cilik yang menawarkan jasa angkut barang atau menemani pengunjung berjalan di lintasan.

Porter-porter cilik yang jumlahnya belasan itu sangat gigih menawarkan jasa. Mereka akan terus membujuk sampai pengunjung memberikan uang kecil sebagai upah. Tidak perlu banyak, cukup Rp 1.000 sudah bisa membuat mereka senang.

Sebut saja namanya Ujang, seorang porter cilik yang pantang menyerah menawarkan jasa antar kepada pengunjung. Sambil bercerita tentang hidupnya yang pas-pasan, Ujang mencoba mengambil hati pengunjung demi memperoleh upah.

“Uangnya buat beli buku sekolah. Ujang bisa mengantar atau membawakan barang sampai ke pintu keluar,” paparnya kepada seorang pengunjung yang berjalan santai pulang ke pintu keluar Air Terjun Ciismun.

Selain Ciismun, objek wisata air terjun lain yang bisa dikunjungi adalah Air Terjun Cibeureum. Perjalanannya lebih menantang.

Air Terjun Cibeureum terletak di kawasan Taman Nasional Gede-Pangrango, yang berbatasan dengan Kebun Raya Cibodas. Perjalanan menuju Air Terjun Cibeureum, dapat ditempuh dalam dua jam perjalanan dari pintu masuk taman nasional.

Berbeda dengan Ciismun, jalur lintasan menuju Cibeureum menanjak. Perlu tenaga yang benar-benar fit untuk mencapainya. Namun, tenaga yang terkuras selama perjalanan, tidak akan sia-sia, karena air terjun Cibeureum tidak kalah mempesona dibandingkan Ciismun. Tirai air lebih lebar, karena dinding tebing tempat jatuhnya air lebih lebar daripada Ciismun.

Air terjun Cibeureum menjadi lokasi favorit persinggahan bagi para penjelajah dalam pendakian ke Gunung Gede. [SP/Kurniadi-Elvira Anna Siahaan / www.suarapembaruan.com]

referensi: potlot-adventure.com